Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jakarta: Rumah Stasiun Terdalam & Terowongan Bertingkat Perdana Indonesia

2025-11-28 | 07:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T00:53:54Z
Ruang Iklan

Jakarta: Rumah Stasiun Terdalam & Terowongan Bertingkat Perdana Indonesia

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A telah mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia dengan menghadirkan stasiun terdalam sekaligus terowongan bertingkat pertama. Inovasi monumental ini berlokasi di Jakarta, khususnya pada jalur Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar.

Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar kini resmi menjadi stasiun kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, mencapai kedalaman sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah. Kedalaman ekstrem ini diperlukan karena desain terowongan yang tidak sejajar, melainkan bertingkat (stacked tunnel). Konfigurasi unik ini dipilih untuk mengatasi keterbatasan ruang yang signifikan di koridor Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, area yang dikenal padat utilitas dan dikelilingi bangunan tua bersejarah.

Desain terowongan bertingkat ini berbeda jauh dengan stasiun dan terowongan MRT Jakarta Fase 1 serta bagian lain Fase 2A dan 2B yang umumnya sejajar. Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar akan memiliki empat lantai bawah tanah, di mana lantai basement 2 (B2) dan basement 4 (B4) akan berfungsi sebagai peron dan jalur kereta.

Pembangunan terowongan ini menggunakan dua mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine/TBM) canggih. TBM 1 beroperasi di kedalaman 28 meter, sementara TBM 2 bekerja di atasnya. Pengeboran terowongan pertama yang menghubungkan Stasiun Harmoni dan Sawah Besar oleh TBM 1 telah rampung pada akhir Agustus 2025, disusul oleh TBM 2 pada akhir September 2025. Selanjutnya, TBM 1 ditargetkan menembus Stasiun Mangga Besar pada April 2026, dan TBM 2 pada Juli 2026.

Proyek paket kontrak 202 (CP202) yang mencakup Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar ini telah mencapai progres 60,2 persen per 25 November 2025. Seluruh pekerjaan CP202 ditargetkan rampung dan siap beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2029. Proyek Fase 2A secara keseluruhan, yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota, diproyeksikan dapat terhubung pada Agustus 2026.

Pembangunan infrastruktur ini menegaskan komitmen Jakarta dalam mengembangkan sistem transportasi publik yang lebih cepat, aman, terintegrasi, dan ramah lingkungan, sekaligus membuktikan kemampuan teknologi konstruksi Indonesia untuk mencapai standar kelas dunia.