:strip_icc()/kly-media-production/medias/3068179/original/053507800_1583319245-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-7.jpg)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi menguat pada perdagangan Rabu, 26 November 2025. IHSG berpeluang naik ke rentang area 8.600-8.662, dengan level support 8.491-8.341 dan resistance 8.578-8.616. Sentimen positif datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Desember 2025, yang probabilitasnya melonjak menjadi sekitar 69%. Selain itu, undangan Presiden AS Donald Trump kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping meredakan tensi perang dagang, dan rencana kebijakan baru Kementerian Keuangan untuk memperkuat sektor manufaktur nasional menjadi pendorong dari dalam negeri. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pelemahan IHSG sebelumnya lebih disebabkan oleh aksi ambil untung setelah indeks menyentuh rekor tertinggi baru.
Berikut adalah rekomendasi saham untuk hari ini, 26 November 2025:
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
MNC Sekuritas merekomendasikan Speculative Buy untuk saham AGII. Saham AGII ditutup menguat 1,46% ke level Rp 1.390 pada Selasa (25/11), disertai volume pembelian yang signifikan. Secara teknikal, AGII diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C. Rentang Spec Buy berada di Rp 1.350-1.375, dengan Target Price (TP) di Rp 1.470 dan Rp 1.600. Stoploss disarankan di bawah Rp 1.330. Sebelumnya, pada 1 Oktober 2025, terjadi perubahan kepemilikan saham AGII di mana Matrix Company Limited melepas sebagian sahamnya (-0,22%) untuk memenuhi ketentuan free float.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Saham ICBP direkomendasikan Buy on Weakness oleh MNC Sekuritas. Pada perdagangan Selasa (25/11), saham ICBP menguat 2,69% ke level Rp 8.575 dengan dominasi volume pembelian, dan mampu menembus moving average (MA) 20 harian. Secara teknikal, posisi ICBP diperkirakan berada di awal wave A dari wave (B). Rentang Buy on Weakness yang disarankan adalah Rp 8.350-8.500, dengan Target Price di Rp 8.875 dan Rp 9.300. Stoploss disarankan di bawah Rp 8.325.
Meskipun laporan laba bersih ICBP pada kuartal III-2025 tertekan 65,9% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 1,6 triliun akibat volatilitas nilai tukar, laba inti yang dinormalisasi menunjukkan ketahanan dengan penurunan hanya 4,2% YoY. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Abyan H. Yuntoharjo, merevisi rekomendasi saham ICBP menjadi Buy dengan target harga Rp 13.500 per saham untuk valuasi full year 2026. Sementara itu, Investing.com mencatat konsensus 18 analis memberikan peringkat "Strong Buy" dengan target harga rata-rata 12 bulan sebesar Rp 12.240. BRI Danareksa Sekuritas menilai ICBP masih menarik dengan nilai wajar sekitar Rp 11.500 per saham. Penjualan ICBP diproyeksikan tidak mencapai target 7%-9% pada tahun 2025 akibat permintaan domestik yang moderat dan kenaikan harga bahan baku. Namun, kinerja yang lebih baik diproyeksikan pada kuartal IV 2025 didukung stimulus fiskal dan potensi lonjakan permintaan jelang Lebaran. Saham ICBP juga menunjukkan pola rebound pasca dikeluarkannya dari indeks MSCI Indonesia Global Standard, menandakan adanya pembelian oleh investor "sukarela" setelah aksi jual paksa berakhir.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Untuk MBMA, MNC Sekuritas merekomendasikan Buy on Weakness. Saham MBMA menguat 6,36% ke level Rp 585 pada Selasa (25/11) dengan volume pembelian. Analisis teknikal Stockbit menunjukkan harga berada di atas MA200 (Rp 538) namun di bawah MA50 (Rp 623), dengan potensi recovery. Buy on Weakness disarankan di rentang Rp 550-565, dengan Target Price Rp 620-645 dan stoploss di bawah Rp 540. BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan rekomendasi Buy dengan target harga Rp 700. Konsensus 8 analis di Investing.com menetapkan target harga rata-rata 12 bulan di kisaran Rp 640.627.
MBMA berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp 2 triliun sebagai bagian dari total program Rp 10 triliun, yang dananya akan digunakan untuk modal kerja. Selain itu, perseroan juga akan menawarkan surat utang senilai Rp 3,1 triliun pada 3-4 Desember 2025 untuk pelunasan fasilitas pinjaman dan modal kerja. Kinerja keuangan menunjukkan perbaikan dengan laba bersih kuartal II-2025 mencapai Rp 369 miliar, berbalik dari rugi pada kuartal sebelumnya, dan EBITDA naik 38% Quarter-on-Quarter. Prospek perusahaan diperkirakan meningkat pada paruh kedua 2025 dengan peningkatan produksi dari proyek Acid Iron Metal (AIM) dan pemulihan produksi nikel.
PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA)
MNC Sekuritas merekomendasikan Buy on Weakness untuk saham SSIA. Pada Selasa (25/11), saham SSIA ditutup menguat 4,09% ke Rp 1.780. Secara teknikal, terlihat inverted hammer candle dengan penguatan RSI dan golden cross Stochastic, serta peningkatan volume perdagangan. Rentang Buy on Weakness yang direkomendasikan adalah Rp 1.720-1.775, dengan Target Price Rp 1.910-2.170. Stoploss disarankan di bawah Rp 1.700. Ajaib Sekuritas, pada Agustus 2025, juga menyarankan Buy dengan target harga Rp 3.200. SSIA menjadi perhatian investor setelah kinerja sahamnya naik lebih dari 100% pada tahun 2024.