Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pertamina Akselerasi Kemandirian Energi Desa

2025-11-26 | 06:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T23:26:23Z
Ruang Iklan

Pertamina Akselerasi Kemandirian Energi Desa

PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung transisi energi bersih dan kemandirian masyarakat melalui pengembangan program Desa Energi Berdikari (DEB). Inisiatif yang digulirkan sejak tahun 2019 ini bertujuan menyediakan akses energi yang lebih terjangkau, andal, dan berkelanjutan, berbasis pada sumber energi baru terbarukan (EBT) lokal. Hingga November 2025, program DEB telah menjangkau 252 desa di seluruh Indonesia, meningkat signifikan dari 172 desa sebelumnya.

Program Desa Energi Berdikari berfokus pada pemanfaatan beragam sumber EBT sesuai potensi masing-masing desa, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mikrohidro, gas metana dan biogas dari limbah, serta energi hibrida. Pelaksanaan program ini tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur energi bersih, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan pengelolaan energi, guna menciptakan kemandirian energi dan ekonomi.

Dampak positif program ini sangat terasa. DEB telah berhasil mengurangi emisi karbon hingga 729.662 ton CO2eq per tahun. Secara ekonomi, program ini mendorong ketahanan pangan di pedesaan dengan meningkatkan produksi padi mencapai 15.762 ton per tahun dan meningkatkan perekonomian desa hingga Rp3,6 miliar per tahun. Lebih dari 35.746 kepala keluarga telah merasakan manfaat langsung dari inisiatif ini.

Beberapa kisah sukses DEB tersebar di berbagai wilayah. Di Kelurahan Manggar, Balikpapan, program Wasteco mengubah sampah menjadi gas metana untuk kebutuhan 200 rumah dan 22 UMKM. Di Kelurahan Muara Kembang, Kutai Kartanegara, program Kembang Bersinar dengan energi surya berhasil menggantikan penggunaan genset berbahan bakar solar, menghemat hingga Rp372,6 juta per tahun bagi 70 rumah tangga. Sementara itu, di Desa Singapure, Lahat, PLTS berkapasitas 2,2 kWp tidak hanya menerangi fasilitas umum, tetapi juga mendukung produksi kopi dan perikanan dengan sistem biofloc, menghemat biaya listrik hingga Rp87 juta per tahun. Di Desa Rantau Dedap, Muara Enim, PLTMH yang ditingkatkan menjadi 47 kWh menggerakkan sentra pengolahan kentang dan stroberi, sekaligus mendorong agrowisata. Di Desa Ulubelu, Lampung, PLTS digunakan untuk menyalakan mesin pemanggangan kopi dan mengoperasikan greenhouse hidroponik melon dengan kontrol suhu dari residu panas bumi.

Keberhasilan program Desa Energi Berdikari juga mendapat pengakuan internasional. Pertamina berbagi kisah sukses program ini dalam Konferensi Iklim PBB (COP 29) di Baku, Azerbaijan pada November 2024, dan akan kembali dipresentasikan di COP 30 di Belém, Brasil pada November 2025. Program ini juga meraih penghargaan 2025 Energy Asia Awards dalam kategori Trailblazer serta detikcom Awards 2025 untuk kategori Lingkungan, Energi & Pembangunan Berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa DEB merupakan upaya Pertamina untuk menularkan semangat transisi energi kepada masyarakat demi mencapai kemandirian energi dan ekonomi. Ia menambahkan bahwa program ini adalah model pemberdayaan yang membangun swasembada energi berbasis desa dengan masyarakat sebagai tulang punggungnya, selaras dengan target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) sebagai sub-holding Pertamina menjadi ujung tombak dalam implementasi program ini, dengan total kapasitas terpasang 536,74 kWp energi bersih di 98 desa hingga Juli 2025. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, yang menjabat sejak November 2024 dan dikukuhkan kembali pada Juni 2025, berkomitmen untuk terus memperkuat peran Pertamina dalam transisi energi nasional.