
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin, 12 Juli 2021, dibuka dan ditutup menguat. Indeks tercatat naik 0,64% ke level 6.078,57 pada penutupan perdagangan hari tersebut.
Penguatan IHSG ini terjadi di tengah pasar yang masih mencermati perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia dan dampak dari implementasi PPKM Darurat yang berlangsung sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 di Jawa dan Bali. Pada hari sebelumnya, Jumat, 9 Juli 2021, IHSG ditutup melemah pada level 6.039,844.
Sentimen positif pada awal pekan kedua PPKM Darurat salah satunya datang dari optimisme pelaku pasar terhadap potensi efektivitas kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat dalam menekan laju penyebaran kasus COVID-19. Investor berharap PPKM Darurat dapat melandai kurva penyebaran kasus COVID-19.
Selain itu, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) yang signifikan. Di pasar reguler, investor asing melakukan beli bersih sebesar Rp 102,1 miliar, sementara di pasar tunai dan negosiasi tercatat beli bersih sebesar Rp 770,4 miliar, sehingga total beli bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp 872,5 miliar. Sebanyak 237 saham menguat, 274 melemah, dan 150 stagnan pada perdagangan hari itu.
Secara global, pasar juga merespons data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) periode Juni yang menunjukkan angka kuat, serta rilis risalah pertemuan bank sentral AS The Fed. Dari Eropa, investor mencermati Indeks Manajer Pembelian (PMI) Komposit Markit zona Euro untuk periode Juni 2021. Sementara itu, rilis kinerja emiten pada kuartal II 2021 dan progres Rancangan Undang-Undang Infrastruktur Presiden AS Joe Biden juga menjadi perhatian.
Sebelumnya, kekhawatiran akan kenaikan kasus COVID-19 yang menyentuh angka 24.800 kasus per hari sempat membayangi IHSG dan dikhawatirkan memperlambat pemulihan ekonomi. Data ekonomi domestik seperti Markit Manufacturing PMI yang turun ke 53,5 di Juni 2021 dari 55,3 di Mei 2021, serta tingkat inflasi yang turun menjadi 1,33% yoy di Juni 2021 dari 1,68% yoy di Mei 2021, juga menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur dan konsumsi seiring peningkatan kasus COVID-19 pada pekan ketiga dan keempat Juni. Namun, sentimen di awal pekan kedua PPKM Darurat menunjukkan adanya upaya pasar untuk mencari titik balik di tengah tantangan tersebut.