
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan, mencatatkan kenaikan ke level 6.075 pada perdagangan Kamis, 10 Juni 2021 silam. Pada pembukaan perdagangan hari itu, IHSG langsung melonjak 27,761 poin atau 0,46% ke level 6.075,236. Indeks LQ45 juga turut menguat 2,766 poin (0,31%) ke 901,678. Bahkan, pada sesi pra-pembukaan, IHSG sudah menunjukkan sinyal positif dengan kenaikan 18,451 poin (0,31%) ke level 6.065,926. Hingga pukul 09.05 WIB, penguatan IHSG sedikit menurun namun tetap berada di zona hijau, naik 25,172 poin (0,42%) ke 6.072,647.
Kenaikan tersebut didukung oleh sentimen positif dari bursa Asia yang mayoritas menguat pada pagi itu, seperti Nikkei, Hang Seng, Shanghai, dan Straits Times, meskipun bursa Amerika Serikat (Wall Street) ditutup melemah karena antisipasi data inflasi. Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper, menyebut investor saat itu memantau data pengangguran untuk melihat pemulihan ekonomi dari dampak pandemi.
Memasuki periode akhir November 2025, pasar saham domestik kembali menunjukkan sinyal pemulihan dan tren kenaikan yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan telah jauh melampaui level 6.075, bergerak di kisaran 8.500-an. Pada Senin, 24 November 2025, IHSG ditutup menguat 1,85% di level 8.570,25. Penguatan ini didorong oleh sektor energi dan teknologi yang melonjak masing-masing 1,64% dan 1,88% di sesi I, serta sektor properti, konsumen non-primer, dan infrastruktur yang juga mencatat kenaikan signifikan.
Volume perdagangan tercatat mencapai 51,65 miliar saham dengan nilai transaksi Rp45,65 triliun pada perdagangan Senin, 24 November 2025, menunjukkan minat beli yang cukup lebar dengan 335 saham menguat. Sentimen positif juga datang dari ketidakpastian global yang mulai mereda dan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve AS, yang membuka peluang aliran modal kembali masuk ke pasar negara berkembang. Selain itu, penguatan bursa global dan stabilnya nilai tukar rupiah turut menjadi pemicu arus modal asing.
Meskipun pada Selasa, 25 November 2025, IHSG sempat terkoreksi 0,56% ke level 8.521 akibat aksi ambil untung setelah penguatan signifikan, namun secara teknikal, tren IHSG masih dinilai positif dengan adanya fase konsolidasi bullish. Pada Rabu, 26 November 2025, IHSG dibuka menguat ke level 8.533 dan tercatat naik 0,42% atau 35,50 poin ke level 8.557 pada sesi pertama perdagangan. Penguatan rupiah terhadap dolar AS ke Rp16.655 juga memberikan sentimen positif, sejalan dengan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025. Para analis merekomendasikan investor untuk tetap mencermati dinamika pasar dan saham-saham pilihan yang berpotensi melanjutkan tren kenaikan.