Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

BREAKING: Suku Bunga Kredit 2 Bank BUMN Pangkas Angka, Berapa Kini?

2025-11-27 | 03:36 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T20:36:52Z
Ruang Iklan

BREAKING: Suku Bunga Kredit 2 Bank BUMN Pangkas Angka, Berapa Kini?

Bank Indonesia dan pemerintah terus mendorong perbankan nasional untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit, dan kini dua bank BUMN terkemuka, Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), telah merespons dengan menawarkan skema bunga kredit yang lebih kompetitif, terutama untuk produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Penyesuaian ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memacu pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan.

Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuannya (BI-Rate) secara signifikan, dengan total penurunan mencapai 125 hingga 150 basis poin, menempatkan BI-Rate pada level 4,75% per November 2025. Langkah ini diikuti oleh upaya pemerintah yang menempatkan dana sebesar Rp200 triliun, dan tambahan Rp76 triliun pada November 2025, di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong transmisi penurunan suku bunga kredit.

Bank Mandiri menawarkan berbagai program KPR dengan suku bunga tetap (fixed rate) yang menarik. Untuk KPR New Booking, nasabah bisa menikmati suku bunga mulai dari 3,55% fixed selama 1 tahun dengan minimal tenor 3 tahun, 3,95% fixed selama 3 tahun dengan minimal tenor 12 tahun, atau 4,95% fixed selama 3 tahun dengan minimal tenor 10 tahun. Selain itu, ada juga program KPR Multiguna dengan bunga 6,50% fixed selama 1 tahun. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) KPR Mandiri untuk bunga floating tercatat sebesar 12,00% per 31 Agustus 2025, sementara SBDK untuk segmen kredit korporasi, ritel, menengah, kecil, dan mikro berkisar antara 8,50% hingga 13,50%.

Serupa, Bank BRI juga menghadirkan penawaran KPR yang kompetitif. Melalui "Promo Hoki", suku bunga KPR BRI ditetapkan sebesar 3,65% fixed untuk 1 tahun (minimal tenor 3 tahun) dan 3,65% fixed untuk 3 tahun (minimal tenor 15 tahun). Bagi properti dari developer rekanan eksklusif BRI, terdapat suku bunga berjenjang mulai dari 3,65% per tahun untuk tahun ke-1 hingga ke-3, yang kemudian berlanjut ke 7,65% per tahun untuk tahun ke-4 hingga ke-6, 9,65% per tahun untuk tahun ke-7 hingga ke-10, dan 10,65% per tahun untuk tahun ke-11 hingga ke-20 dengan jangka waktu 20 tahun. Bahkan, tersedia program "Super Ringan" dengan suku bunga fixed mulai dari 2,5% selama tiga tahun untuk pembelian properti dari developer Tier 1 mitra bank.

Meskipun demikian, transmisi penurunan suku bunga acuan BI ke suku bunga kredit perbankan secara umum masih berjalan lambat. Tercatat, suku bunga kredit perbankan rata-rata hanya turun 20 basis poin dari 9,20% di awal tahun 2025 menjadi 9,00% pada Oktober 2025. Gubernur BI Perry Warjiyo dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti salah satu penyebab utama lambatnya transmisi ini adalah adanya "special rate" yang diberikan bank kepada para deposan besar, yang mencapai 27% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). Hal ini membuat biaya dana perbankan tetap tinggi, sehingga membatasi ruang bank untuk menurunkan suku bunga kredit lebih agresif.

OJK menilai bahwa masih ada ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit lebih lanjut, terutama jika suku bunga global juga menunjukkan tren penurunan. OJK terus mengimbau bank untuk melakukan penyesuaian suku bunga secara bertahap dan terukur, sembari menjaga transparansi informasi produk perbankan kepada konsumen.