Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

BFI Finance Masih Menimbang Rencana Buyback Saham Lanjutan

2025-11-29 | 05:30 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T22:30:46Z
Ruang Iklan

BFI Finance Masih Menimbang Rencana Buyback Saham Lanjutan

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menyatakan belum mengambil keputusan terkait kelanjutan aksi pembelian kembali (buyback) saham setelah program sebelumnya berakhir pada 31 Oktober 2025. Perusahaan masih memantau kondisi pasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

Direktur Keuangan BFIN, Sudjono, menjelaskan bahwa keputusan buyback saham lanjutan akan sangat bergantung pada kondisi pasar. Menurutnya, aksi korporasi tersebut hanya akan dieksekusi jika mekanisme jual-beli saham di pasar menunjukkan ketidakseimbangan yang berpotensi menekan harga saham secara tidak wajar. Apabila transaksi berjalan normal tanpa gangguan signifikan yang menekan harga saham, BFIN memilih untuk tidak melakukan intervensi guna menjaga likuiditas pasar dan menyerahkan pembentukan harga pada mekanisme pasar yang sehat.

Sebelumnya, BFI Finance telah melaksanakan program buyback saham senilai maksimum Rp500 miliar yang berlangsung sejak 4 Agustus hingga 31 Oktober 2025, dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Berdasarkan laporan perusahaan, BFIN telah membeli 73.615.100 saham dengan harga rata-rata Rp773,1 per lembar, menyerap dana sekitar Rp57,33 miliar dari alokasi dana buyback tersebut. Dengan demikian, masih terdapat sisa dana buyback sekitar Rp443,52 miliar yang belum digunakan. Pembelian saham terbesar dalam program sebelumnya tercatat pada 1 Oktober 2025, mencapai 18,67 juta saham.

Meskipun perusahaan belum memutuskan aksi buyback lanjutan, manajemen BFIN menunjukkan kepercayaan terhadap saham perusahaan melalui pembelian pribadi. Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, dilaporkan telah menambah porsi kepemilikan sahamnya sebanyak 1 juta lembar saham BFIN dengan harga Rp772,5 per saham pada 20 November 2025. Selain itu, Direktur Keuangan Sudjono juga memborong 3,68 juta saham BFIN antara 25-28 November 2025 di harga Rp758 per saham, dengan total dana sekitar Rp2,79 miliar. Aksi ini meningkatkan kepemilikan saham Sudjono menjadi 30 juta saham atau 0,2 persen.

Secara kinerja keuangan, BFI Finance membukukan laba bersih senilai Rp1,17 triliun per kuartal III-2025, meningkat 4,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,11 triliun pada kuartal III tahun lalu. Pendapatan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp4,08 triliun, tumbuh 7,7 persen yoy. Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Finance/NPF) terjaga di level 1,55 persen secara bruto. Perusahaan juga memastikan akan membagikan dividen interim, meski nilai dan rasio pembayaran dividen final masih menunggu keputusan pemegang saham.