Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

XRP Menggila 25%, Salip Bitcoin dan Ethereum di Puncak Reli Kripto

2026-01-07 | 19:37 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T12:37:00Z
Ruang Iklan

XRP Menggila 25%, Salip Bitcoin dan Ethereum di Puncak Reli Kripto

Harga XRP, mata uang kripto yang terkait dengan perusahaan pembayaran Ripple, melonjak 25% sejak awal Januari 2026, secara signifikan melampaui kinerja Bitcoin dan Ethereum dalam periode yang sama. Kenaikan substansial ini menempatkan XRP sebagai salah satu aset digital berkinerja terbaik di awal tahun ini, mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi sekitar 142 miliar dolar AS dan menjadikannya mata uang kripto terbesar keempat berdasarkan nilai pasar. Lonjakan ini terjadi di tengah arus masuk dana yang kuat ke Exchange-Traded Fund (ETF) XRP dan optimisme pasar yang diperbarui menyusul kejelasan regulasi yang diperoleh Ripple tahun lalu.

Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) hanya mencatatkan kenaikan sekitar 4% hingga 7,36% sejak 1 Januari 2026, dengan harga saat ini sekitar 91.297 dolar AS per BTC. Sementara itu, Ethereum (ETH) mengalami peningkatan sekitar 7% hingga 10,30% dalam seminggu terakhir, diperdagangkan di sekitar 3.130 dolar AS per ETH. Kontras yang mencolok ini menarik perhatian para analis dan investor, dengan Brian Sullivan, pembawa acara Power Lunch CNBC, menyatakan pada hari Selasa bahwa "perdagangan kripto terpanas tahun ini bukanlah Bitcoin, bukan Ether, itu adalah XRP." Mackenzie Sigalos dari CNBC lebih lanjut menjelaskan bahwa investor secara strategis mengakumulasi XRP selama kuartal keempat 2025, memandangnya sebagai "perdagangan yang kurang ramai" dibandingkan dengan Bitcoin atau Ethereum.

Pendorong utama di balik lonjakan harga XRP adalah momentum yang kuat dari ETF spot XRP. Sejak peluncuran mereka pada November 2025, produk-produk investasi ini telah menarik arus masuk kumulatif sebesar lebih dari 1,3 miliar dolar AS. Yang signifikan, ETF XRP ini tidak mencatat satu hari pun arus keluar bersih, sebuah anomali dibandingkan dengan ETF Bitcoin dan Ethereum yang mengalami arus keluar di periode yang sama. Fenomena ini menunjukkan adanya permintaan institusional yang berkelanjutan dan kepercayaan jangka panjang terhadap aset tersebut.

Kejelasan regulasi yang diperoleh Ripple Labs juga menjadi katalisator krusial. Pada Agustus 2025, Ripple menyelesaikan tuntutan hukum jangka panjangnya dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), setuju untuk membayar denda yang jauh lebih kecil dari tuntutan awal SEC. Hasil ini menghilangkan "awan" ketidakpastian regulasi yang telah membayangi XRP selama bertahun-tahun, sehingga membuka pintu bagi partisipasi institusional yang lebih luas. Katherine Dowling, Presiden Bitcoin Standard Treasury Company, menekankan bahwa XRP "memiliki keuntungan terbesar" dari keberhasilan pengesahan Clarity Act yang "tampaknya akan terjadi," yang ia yakini akan terus mendorong aksi harga yang kuat.

Selain itu, sentimen sosial yang bullish dan aktivitas on-chain yang positif turut mendukung kenaikan. Cadangan XRP di bursa Binance mencapai level terendah dalam dua tahun, mengindikasikan berkurangnya tekanan jual, sementara aktivitas dan transaksi di jaringan XRP Ledger meningkat lebih dari 50% dalam dua minggu terakhir. Kondisi makroekonomi yang menguntungkan, termasuk ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve, juga berkontribusi pada peningkatan minat investor terhadap aset berisiko seperti mata uang kripto.

Meskipun XRP mencatatkan kinerja yang kuat di awal 2026, tahun sebelumnya, 2025, ditandai dengan penurunan harga 21% untuk aset tersebut. XRP mencapai puncaknya di 3,66 dolar AS pada tahun 2025 sebelum turun signifikan. Kebangkitan saat ini mengikuti pemulihan dari level dukungan sekitar 2 dolar AS.

Melihat ke depan, para analis menunjukkan optimisme yang hati-hati. Beberapa memprediksi XRP dapat menargetkan 3,50 dolar AS pada akhir tahun 2026, bergantung pada adopsi berkelanjutan RippleNet dan minat institusional yang stabil. Proyeksi lain bahkan lebih ambisius, dengan Standard Chartered mengulang prediksinya bahwa XRP bisa mencapai 8 dolar AS pada akhir 2026. Prediksi ini didasarkan pada perkiraan arus masuk ETF spot XRP sebesar 4 miliar hingga 8 miliar dolar AS sepanjang tahun 2026, yang didorong oleh kejelasan regulasi yang memungkinkan institusi untuk berinvestasi. Namun, risiko tetap ada, termasuk potensi kelemahan dalam penggunaan dunia nyata XRP, mengingat aktivitas jaringan yang menurun lebih dari 90% pada tahun 2025. Ripple sedang berupaya memperkuat ekosistemnya dengan proyek-proyek baru, seperti stablecoin Ripple USD, untuk meningkatkan utilitas dan volume transaksi pada ledger-nya. Investor dan pengamat pasar akan terus memantau arus dana, kedalaman buku pesanan, dan perkembangan kebijakan untuk menilai apakah momentum saat ini dapat dipertahankan atau apakah konsolidasi dan volatilitas akan muncul kembali.