Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

IHSG Terpeleset ke Zona Merah Usai Pembukaan Positif yang Menjanjikan

2025-11-28 | 21:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T14:51:32Z
Ruang Iklan

IHSG Terpeleset ke Zona Merah Usai Pembukaan Positif yang Menjanjikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari Jumat, 28 November 2025, dengan performa menguat, namun kemudian berbalik arah ke zona merah pada penutupan sesi. Pada pembukaan, IHSG sempat bergerak naik ke level 8.555 atau 8.558, namun kemudian tertekan dan menutup sesi I dengan pelemahan 0,33 persen atau 27,877 poin ke posisi 8.517,988. Di akhir perdagangan, indeks ditutup melemah 0,43 persen atau 37,15 poin ke level 8.508,70. Beberapa laporan lain menunjukkan pelemahan 0,37 persen atau 31,64 poin ke level 8.514,22.

Selama sesi perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.572,36 dan terendah di 8.517. Total volume perdagangan mencapai 25,1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,17 triliun pada sesi I, sementara data lain mencatat nilai transaksi Rp10,7 triliun secara keseluruhan. Tercatat sebanyak 346 saham mengalami penurunan, 254 saham menguat, dan 207 saham stagnan pada penutupan sesi I.

Pergerakan sektoral menunjukkan sektor teknologi memimpin pelemahan dengan koreksi 1,86 persen, sedangkan sektor infrastruktur menjadi yang terkuat dengan kenaikan 1,08 persen. Di antara saham-saham unggulan LQ45, AMMN, ANTM, dan EMTK tercatat sebagai top losers, sementara ISAT, DSSA, dan PGAS menjadi top gainers. Pada awal sesi, saham-saham seperti AMMN (-2,52%), SMGR (-1,39%), dan BBRI (-1,34%) juga berada di jajaran top losers LQ45, sedangkan DSSA (+1,74%), GOTO (+1,54%), JPFA (+1,24%), dan MDKA (+0,85%) menjadi top gainers LQ45.

Pelemahan IHSG hari ini dipengaruhi oleh minimnya sentimen global serta pergerakan bursa Asia yang variatif. Investor juga cenderung berhati-hati menjelang rilis data PMI Manufaktur November dan data inflasi utama, termasuk inflasi November dan pembacaan perdagangan Oktober, yang akan datang minggu depan. Selain itu, pasar juga merasakan kurangnya katalis positif mengingat Wall Street ditutup pada hari Kamis dan dijadwalkan untuk sesi yang dipersingkat hari ini karena Hari Thanksgiving. Aksi jual bersih oleh investor asing juga menjadi sentimen negatif, di mana investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp884,36 miliar pada perdagangan kemarin (27 November) dan Rp550,44 miliar pada hari ini.

Meskipun demikian, ada ekspektasi yang semakin kuat di kalangan pelaku pasar mengenai potensi pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve pada Desember mendatang, dengan perkiraan peluang 85 persen, meningkat tajam dari 30 persen pada pekan sebelumnya berdasarkan CME FedWatch. Namun, kekhawatiran akan valuasi dan kemungkinan koreksi tetap membayangi pasar, terutama setelah IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 8.622,27 pada November 2025. Analis memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 8.415-8.480 dan resistance 8.610-8.675.