Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pasangan Bergaji Rp 10 Juta: Bongkar Strategi Jitu Kelola Keuangan

2025-12-02 | 10:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T03:19:28Z
Ruang Iklan

Pasangan Bergaji Rp 10 Juta: Bongkar Strategi Jitu Kelola Keuangan

Mengelola keuangan rumah tangga dengan pendapatan gabungan suami dan istri sebesar Rp 10 juta per bulan seringkali menjadi tantangan, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan berbagai biaya hidup lainnya. Namun, dengan perencanaan dan strategi yang tepat, pasangan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, bahkan berinvestasi untuk masa depan.

Langkah awal yang krusial adalah membuat anggaran bulanan yang jelas bersama pasangan. Anggaran ini akan berfungsi sebagai panduan dalam mengalokasikan penghasilan untuk berbagai kebutuhan. Ada beberapa metode populer yang bisa diterapkan, seperti prinsip 50/30/20 atau 40/30/20/10.

Salah satu pendekatan yang sering direkomendasikan adalah metode 50/30/20, di mana 50% pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi. Untuk pendapatan Rp 10 juta, ini berarti:
* Kebutuhan Pokok (50% atau Rp 5 juta): Meliputi makanan, transportasi, tagihan listrik, air, internet, dan kebutuhan dasar lainnya. Penting untuk membuat daftar pengeluaran yang pasti muncul setiap bulan dan memastikan totalnya tidak melebihi alokasi ini. Memisahkan antara "biaya hidup" dan "gaya hidup" sangat penting di sini, di mana biaya hidup adalah kebutuhan sesungguhnya sementara gaya hidup lebih pada pemenuhan keinginan.
* Keinginan atau Gaya Hidup (30% atau Rp 3 juta): Digunakan untuk pengeluaran yang lebih fleksibel seperti rekreasi, makan di luar, langganan streaming, atau belanja. Batasi pengeluaran di pos ini agar tidak berlebihan.
* Tabungan dan Investasi (20% atau Rp 2 juta): Alokasikan minimal 20% dari penghasilan untuk tabungan jangka panjang, dana darurat, dan investasi.

Metode lain yang juga bisa dipertimbangkan adalah 40/30/20/10, dengan 40% untuk kebutuhan hidup, 30% untuk cicilan/utang, 20% untuk investasi, dan 10% untuk dana darurat. Namun, penting untuk diingat bahwa persentase ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing keluarga.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan, ada beberapa tips tambahan:
1. Pisahkan Rekening: Miliki lebih dari satu rekening; rekening utama untuk gaji dan kebutuhan pokok, rekening tabungan untuk dana darurat dan investasi, serta rekening hiburan untuk pengeluaran gaya hidup. Ini membantu menghindari tergoda menghabiskan dana yang dialokasikan untuk menabung.
2. Kelola Utang dengan Bijak: Prioritaskan pelunasan utang konsumtif, terutama kartu kredit yang memiliki bunga tinggi. Total cicilan bulanan sebaiknya tidak melebihi 30-35% dari penghasilan utama.
3. Kumpulkan Dana Darurat: Dana darurat sangat penting untuk menghadapi kebutuhan mendesak dan tak terduga, seperti pemutusan hubungan kerja atau sakit. Dana ini sebaiknya disimpan terpisah dan mudah diakses.
4. Bijak dalam Berbelanja: Selalu bandingkan harga sebelum membeli dan pertimbangkan untuk membeli produk berkualitas tinggi yang mungkin lebih hemat dalam jangka panjang. Mencatat setiap pengeluaran, sekecil apapun, akan membantu melacak aliran uang.
5. Mulai Berinvestasi: Dengan modal Rp 10 juta, berbagai instrumen investasi dapat dipertimbangkan, seperti reksa dana, emas, atau Surat Berharga Negara (SBN). Reksa dana cocok untuk pemula karena dikelola oleh manajer investasi profesional. Emas dikenal sebagai aset yang tahan inflasi dan cocok untuk tujuan jangka panjang. Idealnya, mulai sisihkan minimal 10% dari gaji untuk investasi, dan tingkatkan secara bertahap. Namun, pastikan dana darurat dan utang konsumtif sudah teratasi sebelum berinvestasi.
6. Miliki Asuransi: Asuransi kesehatan dan jiwa sangat penting untuk melindungi keuangan keluarga dari risiko tak terduga dan biaya medis. Pilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.
7. Evaluasi Rutin: Lakukan evaluasi keuangan setiap bulan untuk melihat apakah anggaran berjalan sesuai rencana dan untuk melakukan penyesuaian jika ada perubahan pendapatan atau pengeluaran besar.

Dengan kedisiplinan dan komunikasi yang baik antara suami dan istri, pengelolaan gaji Rp 10 juta dapat dilakukan secara efisien untuk mencapai stabilitas finansial dan tujuan masa depan keluarga.