Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

XRP Guncang Pasar: Pimpin Reli Harga Kripto Top 10 pada 6 Januari 2026

2026-01-06 | 08:29 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T01:29:39Z
Ruang Iklan

XRP Guncang Pasar: Pimpin Reli Harga Kripto Top 10 pada 6 Januari 2026

Harga XRP melonjak signifikan sebesar 11,79 persen dalam 24 jam terakhir, mencapai Rp 39.033 per koin pada Selasa, 6 Januari 2026, memimpin penguatan di antara sepuluh aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di tengah sentimen pasar yang didominasi optimisme. Kenaikan substansial ini mendorong valuasi mingguan XRP mencapai 25,71 persen dan menjadikannya salah satu pendorong utama di tengah kebangkitan pasar altcoin yang lebih luas. Lonjakan harga ini menempatkan kapitalisasi pasar XRP mencapai $138,0563 miliar, mencakup 4,30 persen dari total kapitalisasi pasar kripto global, serta memungkinkannya menggeser BNB dari posisi aset terbesar ketiga non-stablecoin.

Pergerakan harga XRP yang menguat tajam ini tidak terlepas dari sejumlah katalisator fundamental dan regulasi yang berkembang positif. Salah satu faktor kunci adalah optimisme pasar terhadap perkembangan legislasi kripto di Amerika Serikat. Senat AS telah menjadwalkan pembahasan Market Structure Bill pada 15 Januari, sebuah rancangan undang-undang yang dinilai "kripto-friendly" dan berpotensi membuka arus modal institusional lebih besar ke aset digital, termasuk XRP. CEO Canary Funds, Steven McClurg, menyatakan bahwa XRP berpotensi menjadi aset yang bergerak berbeda dibandingkan altcoin lain, dengan kinerja kuatnya di tengah pelemahan pasar kripto mengindikasikan peluang puncak harga baru pada 2026.

Selain itu, kemenangan hukum final Ripple melawan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), yang mengakhiri proses litigasi dengan denda sebesar 50 juta dolar AS dan memperkuat status XRP sebagai aset non-sekuritas, turut menjadi pendorong sentimen bullish. Kepastian regulasi ini telah membuka jalan bagi pengembangan pasar Exchange Traded Fund (ETF) spot XRP di AS, yang sejak diluncurkan telah mencatat arus masuk bersih sebesar $1,18 miliar. Angka ini bahkan melampaui kinerja ETF spot Bitcoin dan Ethereum yang mengalami arus keluar sepanjang Desember lalu. Arus dana yang kuat ke ETF spot XRP menunjukkan minat institusional yang berkelanjutan, dengan hampir $500 juta masuk pada Desember, sementara ETF spot Bitcoin dan Ethereum masing-masing menghadapi arus keluar lebih dari $1 miliar dan $600 juta.

Di sisi pasokan, penguncian suplai XRP dalam jangka waktu tertentu juga mulai menjadi sorotan. Sebanyak lebih dari 500 juta XRP terkunci dalam escrow hingga 2028, mengurangi jumlah token yang beredar aktif di pasar dan berpotensi memicu efek "supply shock" jika permintaan terus meningkat. Perkembangan produk DeFi berbasis mXRP yang menargetkan penguncian XRP hingga setara $10 miliar, serta Flare Network yang bertujuan mengunci sekitar 5 miliar XRP hingga pertengahan 2026, juga berkontribusi pada dinamika kelangkaan pasokan. Analis hukum kripto Bill Morgan, bagaimanapun, mengingatkan bahwa klaim "supply shock" masih terlalu dini, mengingat bursa kripto secara kolektif masih menyimpan sekitar 15,4 miliar XRP di 26 platform.

Di luar XRP, pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan momentum positif. Bitcoin (BTC) menguat 2,30 persen dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di sekitar $93.792 per koin, sementara Ethereum (ETH) naik 2,44 persen, mencapai Rp 53,9 juta per koin. Cardano (ADA) juga mencatat penguatan signifikan 5,29 persen dalam sehari, dan Dogecoin (DOGE) tumbuh 1,14 persen. Penguatan pasar ini terjadi di tengah sentimen makroekonomi yang membaik dan respons netral pasar keuangan global terhadap ketegangan geopolitik, seperti langkah Amerika Serikat di Venezuela.

Meskipun demikian, Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur memperingatkan bahwa struktur pasar masih dibayangi tren bearish secara momentum makro. Kenaikan saat ini lebih bersifat sebagai pantulan jangka pendek akibat sentimen berita, bukan pembalikan tren jangka panjang. Investor perlu mewaspadai volatilitas yang tinggi menjelang rilis data ekonomi AS seperti Initial Jobless Claim pada 8 Januari dan Non-farm Payroll pada 9 Januari, yang diprediksi menjadi penggerak utama pasar kripto. Peter Schiff, seorang kritikus kripto, menyampaikan bahwa ETF Bitcoin telah ditutup karena periode perdagangan tahunannya berakhir dan sepanjang tahun mencatatkan penurunan sedikit di atas 7,5%, berlawanan dengan kinerja Nasdaq dan emas yang justru menguat. Ia mengklaim pergerakan harga Bitcoin mencerminkan melemahnya permintaan, meskipun sepanjang 2025 didukung oleh berbagai narasi yang menguntungkan.

Dalam jangka menengah hingga panjang, prospek XRP tetap dinilai positif dengan kombinasi arus masuk institusional dan momentum regulasi. Dalam 4-8 minggu ke depan, XRP diproyeksikan berpotensi menguji level $3, sementara target jangka lebih panjang 8-12 minggu berada di kisaran $3,66. Namun, risiko seperti potensi pengetatan kebijakan moneter global, berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dan kemungkinan penolakan politik terhadap Market Structure Bill masih membayangi. Jika risiko-risiko tersebut terwujud, XRP berpeluang kembali tertekan menuju area $1,75.