Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Transformasi Travoy Jasa Marga Jelang Ramadhan: Pantau 3.500 CCTV untuk Mudik Lancar

2026-01-10 | 23:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T16:58:12Z
Ruang Iklan

Transformasi Travoy Jasa Marga Jelang Ramadhan: Pantau 3.500 CCTV untuk Mudik Lancar

PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara resmi meluncurkan pembaruan signifikan pada aplikasi Travoy di Jakarta pada Sabtu, 10 Januari 2026, sebagai bagian dari strategi antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Pembaruan ini mengintegrasikan pemanfaatan penuh lebih dari 3.500 CCTV pemantau di lapangan, bertujuan untuk menyediakan informasi lalu lintas yang lebih akurat dan real-time bagi pengguna jalan tol.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa Travoy kini hadir dengan logo baru dan fitur yang jauh lebih lengkap, menekankan komitmen perseroan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pelayanan terbaik. Peremajaan aplikasi ini dilakukan menyusul peningkatan pengguna yang signifikan selama periode arus mudik dan balik Natal 2025 serta Tahun Baru 2026, di mana utilitas Travoy sempat mencapai 60.000 pengguna pada puncak arus balik, membantu mencegah kepadatan yang berarti.

Travoy versi terbaru tidak hanya mengandalkan fitur CCTV real-time, tetapi juga dilengkapi dengan Intelligent Traffic Analysis (ITA) untuk analisis lalu lintas cerdas, speed cam, Weigh in Motion (WIM) untuk pemantauan kecepatan dan berat kendaraan, serta Incident Management System (IMS) untuk penanganan insiden yang lebih cepat. Selain itu, aplikasi ini kini menghadirkan fitur Rest Area Management System yang memungkinkan pengendara memeriksa kondisi fasilitas istirahat terdekat.

Peningkatan kapasitas pemantauan melalui 3.500 CCTV ini merupakan respons terhadap tantangan arus mudik dan balik yang setiap tahunnya melibatkan jutaan pemudik. Sebagai contoh, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik dari Jabodetabek pada Lebaran 2024 mencapai 28,4 juta orang, dengan 11,10 juta di antaranya melintasi Tol Trans Jawa. Data historis dari periode Lebaran sebelumnya menunjukkan bahwa jutaan kendaraan meninggalkan dan kembali ke wilayah Jabodetabek, seringkali menyebabkan kepadatan serius dan potensi kecelakaan lalu lintas. Dengan informasi real-time yang lebih komprehensif, Travoy diharapkan dapat membantu pemudik merencanakan perjalanan dengan lebih baik, menghindari rute padat, dan meningkatkan efisiensi serta keamanan.

Jasa Marga juga tengah mematangkan fitur Travoy Go, yang akan mendukung pelayanan transaksi tol nirsentuh berbasis RFID. Pengembangan ini akan didukung pendanaan dari tiga bank besar, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk, dengan rencana penambahan gerbang RFID di masa depan. Langkah ini menunjukkan visi Jasa Marga untuk mengintegrasikan layanan informasi dan transaksi dalam satu ekosistem digital, mempercepat transisi menuju sistem pembayaran tol yang lebih modern dan tanpa hambatan. Pengembangan Travoy ini menandai evolusi berkelanjutan dalam pengelolaan infrastruktur jalan tol di Indonesia, dari sekadar penyedia jalan menjadi fasilitator perjalanan yang terintegrasi secara digital.