Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Stasiun Jatake 2026: Siap Angkut 20 Ribu Penumpang Harian, Tingkatkan Mobilitas

2026-01-10 | 16:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T09:06:01Z
Ruang Iklan

Stasiun Jatake 2026: Siap Angkut 20 Ribu Penumpang Harian, Tingkatkan Mobilitas

Stasiun Jatake di Kabupaten Tangerang, Banten, bersiap memulai operasional penuh pada Januari 2026, diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari dan menjadi simpul vital dalam penguatan layanan Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung. Pembangunan fasilitas infrastruktur ini, yang telah mencapai 98,56 persen per akhir November 2025, menandai kolaborasi strategis antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) melalui skema pembiayaan kreatif tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Inisiatif pembangunan Stasiun Jatake, yang berlokasi di Kelurahan Jatake-Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berangkat dari kebutuhan mendesak untuk mengakomodasi lonjakan pengguna KRL Commuter Line di koridor Rangkasbitung. Data menunjukkan peningkatan volume penumpang yang signifikan, dari 43,3 juta orang pada tahun 2022 menjadi 70,49 juta sepanjang Januari hingga November 2025. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan dengan menghadirkan akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih tertata, serta distribusi penumpang yang lebih merata di kawasan penyangga Ibu Kota.

Konsep Transit Oriented Development (TOD) diterapkan dalam pengembangan Stasiun Jatake, mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan sekitar secara seamless. Stasiun tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi ini dilengkapi peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing enam meter. Fasilitas meliputi area aktivitas penumpang, zona komersial, ruang perkantoran KAI, serta area parkir untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, dengan rencana pengembangan lahan lanjutan seluas 4.000 meter persegi. Desain stasiun juga mengadopsi instrumen bangunan hijau seperti sirkulasi udara alami dan penggunaan panel surya untuk efisiensi energi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat peletakan batu pertama pada 30 Maret 2024, mengapresiasi model pembiayaan kreatif ini sebagai langkah penting dalam mengintegrasikan titik-titik simpul TOD dengan kereta api. Ia juga menekankan perlunya fasilitas pengumpan (feeder) yang menjangkau kantong-kantong permukiman di luar area BSD untuk memaksimalkan peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan massal perkotaan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa Stasiun Jatake dirancang bukan sekadar sebagai titik naik-turun penumpang, melainkan sebagai ruang publik yang efisien, fungsional, dan selaras dengan gaya hidup urban. Keberadaan stasiun baru ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai pilihan utama mobilitas harian, serta mendorong pergerakan ekonomi kawasan yang terus berkembang. CEO Strategic Land Bank Sinar Mas Land Christopher Siswanto Adisaputro menyatakan keyakinannya bahwa Stasiun Jatake akan memudahkan akses warga BSD City dan sekitarnya menuju Jakarta atau sebaliknya, sekaligus berkontribusi pada pengurangan jejak karbon dan polusi udara.

Meski pembangunan fisik hampir rampung, PT KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan saat ini tengah melaksanakan uji prasarana dan kesiapan operasional, memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan layanan memenuhi standar sebelum stasiun dioperasikan secara komersial pada Januari 2026. Stasiun Jatake diposisikan sebagai representasi arah baru pengembangan perkeretaapian yang berorientasi pada integrasi kawasan, kenyamanan pelanggan, dan inovasi pelayanan, menjadi bagian penting dalam mengatasi tantangan mobilitas di megapolitan Jakarta dan sekitarnya.