:strip_icc()/kly-media-production/medias/1735479/original/075509300_1507635410-Standard-Chartered1.jpg)
Standard Chartered memproyeksikan harga Ethereum (ETH) dapat melonjak hingga 40.000 dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir tahun 2030, sebuah estimasi yang disampaikan oleh bank multinasional ini pada pertengahan Januari 2026. Prediksi ambisius tersebut, yang dikemukakan oleh Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered, menunjukkan keyakinan bahwa fundamental Ethereum akan mengungguli Bitcoin dalam jangka panjang, meskipun bank tersebut merevisi turun target jangka menengahnya. Saat laporan ini disusun, harga ETH diperdagangkan di kisaran 3.100 hingga 3.325 USD.
Estimasi Standard Chartered menyoroti pergeseran pandangan institusional terhadap Ethereum, memposisikannya sebagai tulang punggung keuangan terdesentralisasi (DeFi), pasar ter tokenisasi, dan sistem uang yang dapat diprogram. Bank tersebut beralasan bahwa peningkatan prospek Ethereum relatif terhadap Bitcoin menunjukkan rasio harga antara kedua aset dapat kembali ke level tertinggi tahun 2021. Kendrick secara eksplisit menyatakan tahun 2026 akan menjadi "tahun Ethereum", serupa dengan tahun 2021.
Dasar dari proyeksi ini melibatkan beberapa pendorong utama. Pertama, analisis Standard Chartered menunjukkan bahwa throughput transaksi yang lebih tinggi secara historis berkorelasi dengan kapitalisasi pasar yang lebih besar. Ethereum telah secara signifikan meningkatkan skalabilitasnya melalui peningkatan Dencun, yang diaktifkan pada 13 Maret 2024. Peningkatan ini memperkenalkan proto-danksharding (EIP-4844) dan 'blob' data, yang secara drastis mengurangi biaya transaksi Layer-2 sebesar 50% hingga lebih dari 99%. Meskipun peningkatan Dencun menyebabkan penurunan pendapatan Ethereum yang signifikan dalam jangka pendek, yakni 99,7% dari Maret hingga September 2024, perubahan ini dianggap fundamental untuk menarik lebih banyak pengguna dan pengembang ke ekosistem, sehingga mendukung pertumbuhan jangka panjang. Para pengembang Ethereum menargetkan peningkatan throughput transaksi sepuluh kali lipat dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Kedua, adopsi institusional yang berkembang pesat memainkan peran krusial. Persetujuan ETF Ethereum spot di AS pada Mei 2024 telah membuka jalan bagi investor institusional untuk mendapatkan eksposur terhadap ETH secara teratur. ETF Ethereum spot telah menarik arus masuk bersih sebesar 12,94 miliar USD pada akhir 2025. Standard Chartered mencatat bahwa kinerja harga Ethereum lebih sedikit dipengaruhi oleh investasi melalui ETF dan brankas aset digital dibandingkan Bitcoin.
Ketiga, dominasi Ethereum dalam ekosistem aset digital semakin kuat. Jaringan ini tetap menjadi lapisan penyelesaian utama untuk DeFi, menampung sebagian besar stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) seperti saham dan obligasi, dengan nilai lebih dari 10 miliar USD. Pertumbuhan berkelanjutan di sektor-sektor ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan organik untuk ETH. Selain itu, potensi pengesahan Undang-Undang CLARITY AS pada kuartal pertama 2026 dapat memberikan kerangka peraturan yang lebih jelas, yang mendukung perkembangan lebih lanjut di sektor DeFi dan ekosistem on-chain yang luas di Ethereum. Insentif melalui imbal hasil staking, yang rata-rata berkisar antara 1,84% hingga 5,69% APY, juga menjadikan Ethereum menarik sebagai aset penyimpan nilai yang menghasilkan imbalan.
Meskipun proyeksi jangka panjang sangat bullish, Standard Chartered merevisi turun target harga Ethereum jangka pendek. Target akhir 2026 diturunkan dari 12.000 USD menjadi 7.500 USD, dan target 2027 dari 18.000 USD menjadi 15.000 USD. Penurunan ini diakibatkan oleh "kelemahan yang dipimpin Bitcoin" yang membebani kinerja aset digital yang dinominasikan dalam dolar. Namun, bank tersebut menaikkan perkiraan jangka panjangnya, dengan target 30.000 USD pada akhir 2029 sebelum mencapai 40.000 USD pada akhir 2030. Pencapaian target 40.000 USD memerlukan permintaan marjinal yang berkelanjutan, bukan hanya reli spekulatif berdasarkan momentum. Ini mengimplikasikan valuasi jaringan sekitar 4,8 triliun USD dengan pasokan beredar sekitar 120,7 juta ETH.
Proyeksi ini menggambarkan keyakinan institusional yang kuat terhadap kemampuan Ethereum untuk berkembang dan menjadi aset digital yang dominan dalam lanskap keuangan global. Faktor-faktor seperti peningkatan teknologi, adopsi institusional yang masif, dan kejelasan regulasi menjadi penentu utama bagi Ethereum untuk merealisasikan potensi valuasinya yang signifikan dalam dekade ini.