:strip_icc()/kly-media-production/medias/4410634/original/016949900_1682850414-isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash.jpg)
PT Soechi Lines Tbk (SOCI), emiten pelayaran dan galangan kapal, mencatatkan laba bersih sebesar USD 12 juta hingga September 2025. Pencapaian ini menunjukkan stabilitas kinerja perusahaan di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan di sektor pelayaran.
Corporate Secretary PT Soechi Lines Tbk, Paula Marlina, dalam Public Expose Insidentil pada Kamis, 8 Januari 2026, menjelaskan bahwa laba bersih yang stabil ini merupakan hasil dari strategi operasional yang berfokus pada efisiensi dan optimalisasi utilisasi kapal. Pendapatan neto perseroan mencapai USD 118 juta hingga September 2025, sedikit menurun dibandingkan USD 120,4 juta pada periode yang sama tahun 2024. Meskipun terjadi sedikit penurunan pendapatan, kinerja operasional yang meningkat, terutama dengan pertumbuhan EBITDA sekitar 5% menjadi USD 47,9 juta, berkontribusi pada pencapaian laba bersih ini. Utilisasi armada kapal tercatat rata-rata 87% selama periode tersebut.
Stabilitas kinerja SOCI juga didukung oleh sebagian besar kapal yang beroperasi dengan skema time charter, yang mengikat kontrak untuk periode waktu tertentu. Direktur PT Soechi Lines Tbk, Paula Marlina, menegaskan bahwa model kontrak ini membuat pendapatan perseroan relatif stabil dan tidak berdampak langsung terhadap ketegangan geopolitik global, seperti tensi antara Amerika Serikat dan Venezuela. Fokus operasional SOCI yang utamanya berada di perairan domestik Indonesia untuk pengangkutan minyak dan gas juga meminimalkan eksposur terhadap konflik internasional.
Pada tahun 2024, SOCI melaporkan laba bersih tahun berjalan senilai USD 17,1 juta, tumbuh 92% dibandingkan tahun 2023 yang senilai USD 8,9 juta. Peningkatan signifikan ini didukung oleh akuisisi satu unit kapal tanker ukuran medium range berkapasitas sekitar 50.000 DWT yang telah memperoleh kontrak penyewaan.
Melihat ke depan, industri logistik dan pelayaran Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil. Federasi Internasional Asosiasi Freight Forwarder (FIATA) optimistis terhadap sektor logistik Indonesia pada tahun 2026, mengutip ketahanan industri di tengah gangguan global dan permintaan domestik yang stabil. Data dari badan statistik Indonesia menunjukkan rantai pasokan logistik, termasuk pergudangan dan transportasi, tumbuh signifikan pada tiga kuartal terakhir 2025, berkontribusi sekitar 6,08% terhadap PDB. Pemerintah Indonesia juga terus berupaya meningkatkan perdagangan internasional dan menjadikan negara ini sebagai pusat maritim utama di Asia. Namun, tantangan seperti biaya logistik yang tinggi, kesenjangan infrastruktur di pelabuhan sekunder, dan friksi regulasi masih menjadi perhatian. Meskipun demikian, investasi dalam proyek infrastruktur berskala besar dan reformasi regulasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi.
Saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menunjukkan kinerja yang impresif sepanjang tahun 2025, dengan harga bergerak dari level terendah Rp126 hingga sempat menyentuh level tertinggi Rp655, dan ditutup pada posisi Rp590. Lonjakan ini mencerminkan penguatan signifikan dan menarik perhatian pelaku pasar, didukung oleh volume transaksi harian rata-rata sekitar 17 juta saham. Meskipun kinerja saham menunjukkan tren positif, beberapa analisis menunjukkan bahwa valuasi SOCI masih atraktif dengan PER 14,90x dan PBV 0,61x. Namun, sebagian besar laporan analitik tidak menyediakan proyeksi pertumbuhan pendapatan atau laba untuk SOCI karena kurangnya data historis yang memadai atau cakupan analis yang terbatas.