Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rekor KRL Libur Nataru: 17 Juta Penumpang Terlayani

2026-01-04 | 22:30 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T15:30:52Z
Ruang Iklan

Rekor KRL Libur Nataru: 17 Juta Penumpang Terlayani

PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatat 16,95 juta penumpang menggunakan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dari 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Angka ini menandai peningkatan signifikan sebesar 6 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang mencatat 16,04 juta penumpang, memperkuat posisi KRL sebagai tulang punggung mobilitas di kawasan aglomerasi.

Lonjakan jumlah penumpang ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi massal berbasis rel di tengah kepadatan lalu lintas pada musim liburan. Dari total tersebut, 16,57 juta pengguna dilayani oleh Commuter Line Jabodetabek, sementara Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) melayani 119.416 pengguna, dan Commuter Line Merak mencatat 258.283 pengguna.

Wakil Presiden Sekretaris Perusahaan KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa puncak volume pengguna KRL selama Nataru terjadi pada 31 Desember 2025, dengan total 1,15 juta orang menggunakan layanan KRL di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Stasiun-stasiun yang berlokasi di area wisata dan pusat perbelanjaan mengalami kepadatan tertinggi. Pada 1 Januari 2026, Stasiun Bogor mencatat 67.607 penumpang turun, diikuti Stasiun Jakarta Kota dengan 59.058 penumpang. Stasiun Manggarai menjadi titik transit tersibuk pada malam pergantian tahun dengan 209.497 orang, disusul Stasiun Tanah Abang dengan 154.311 orang dan Stasiun Duri 90.854 orang. Bahkan pada 4 Januari 2026, meskipun liburan telah usai, Stasiun Tanah Abang masih ramai dengan 20.504 penumpang turun, Stasiun Bogor 18.158 penumpang, dan Stasiun Jakarta Kota 16.964 penumpang.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, sebelumnya telah menekankan bahwa keselamatan menjadi tujuan utama dalam setiap operasional, menjaga performa perjalanan, dan meningkatkan kenyamanan pelanggan di seluruh tahapan perjalanan. PT KAI Commuter sendiri telah mengoperasikan total 1.296 perjalanan KRL setiap hari di seluruh wilayah layanan, meningkat dari 1.284 perjalanan pada Nataru sebelumnya, didukung oleh 4.551 personel lini depan dan pengamanan. Sebanyak 45 kereta luar biasa (KLB) juga disiapkan untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat pada malam pergantian tahun. Pemeliharaan sarana secara berkala dan menyeluruh juga telah dilakukan di empat depo KRL dan sepuluh tempat Pengawasan Urusan KRL (PUKRL) untuk menjamin keandalan layanan.

Di luar Jabodetabek, Commuter Line Yogyakarta juga menunjukkan kinerja positif, melayani 439.971 penumpang antara 18 Desember 2025 hingga 31 Desember 2025, meningkat 107 persen dibandingkan Nataru 2024. Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, Anne Purba, mencatat performa ketepatan waktu (OTP) KRL Yogyakarta konsisten di atas 99 persen, memastikan kepastian perjalanan bagi masyarakat.

Meskipun KAI Commuter memproyeksikan dapat melayani 19,9 juta penumpang selama Nataru 2025-2026, realisasi 16,95 juta penumpang, meski di bawah target, tetap menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun dan mempertegas peran vital KRL dalam sistem transportasi publik. Lonjakan ini mengindikasikan kebutuhan berkelanjutan akan pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas. Dalam upaya memperkuat layanan, PT KAI memastikan Stasiun Jatake di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung akan beroperasi penuh pada awal 2026, sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas dan distribusi penumpang yang lebih merata. Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, saat meninjau Stasiun Yogyakarta, memberikan apresiasi atas peningkatan volume penumpang yang diiringi komitmen tinggi terhadap keselamatan dan kualitas pelayanan, sekaligus menekankan pentingnya peningkatan layanan berkelanjutan dan antisipasi cuaca ekstrem. Keseluruhan dinamika ini menyoroti bahwa di tengah euforia mobilitas liburan, tantangan efisiensi, keamanan, dan kapasitas transportasi publik tetap menjadi perhatian utama yang memerlukan evaluasi dan inovasi berkelanjutan.