:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
Bitpanda, bursa aset kripto terkemuka yang berkantor pusat di Wina, tengah bersiap untuk penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Frankfurt pada paruh pertama 2025, menargetkan valuasi jumbo antara $4,6 miliar hingga $5,8 miliar. Langkah strategis ini, yang dipimpin oleh raksasa perbankan investasi Goldman Sachs dan Citigroup, menandai upaya signifikan untuk mengintegrasikan aset digital ke dalam pasar keuangan tradisional Eropa. Deutsche Bank juga dilaporkan terlibat dalam mengurus penawaran tersebut.
Didirikan pada tahun 2014 oleh Eric Demuth, Paul Klanschek, dan Christian Trummer, Bitpanda telah berkembang dari platform perdagangan kripto menjadi ekosistem investasi digital yang menawarkan perdagangan mata uang kripto, komoditas, saham fraksional, dan ETF. Pada tahun 2021, perusahaan ini mencapai valuasi lebih dari $4 miliar setelah putaran pendanaan Seri C yang dipimpin oleh Valar Ventures milik Peter Thiel. Bitpanda melaporkan pendapatan operasional sebesar €393 juta (sekitar $426 juta) pada tahun 2024, lebih dari dua kali lipat angka tahun sebelumnya, dengan margin EBITDA melampaui 30%, menandai kinerja keuangan terkuatnya hingga saat ini. Perusahaan melayani lebih dari 7 juta pengguna dan menawarkan lebih dari 3.200 aset digital.
Keputusan Bitpanda untuk memilih Frankfurt sebagai tujuan pencatatan publik mencerminkan pergeseran sentimen di pasar IPO Eropa. Eric Demuth, salah satu pendiri Bitpanda, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan tidak akan mencatatkan diri di London, mengutip kurangnya likuiditas di Bursa Efek London. Frankfurt, sebaliknya, muncul sebagai tempat yang lebih disukai karena momentum IPO yang lebih kuat di zona euro dan kondisi pasar serta kejelasan peraturan yang membaik. Bursa Efek Frankfurt memiliki persyaratan ketat untuk pencatatan, termasuk modal minimum, laporan keuangan yang diaudit selama tiga tahun, dan rencana bisnis yang solid, serta memerlukan persetujuan prospektus dari Otoritas Pengawas Keuangan Federal (BaFin) Jerman.
Kesiapan IPO Bitpanda juga didukung oleh pergeseran strategis dalam kepemimpinan. Paul Klanschek, salah satu pendiri, beralih ke peran penasihat, sementara Lukas Enzersdorfer-Konrad mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan sehari-hari sebagai CEO, dengan Eric Demuth tetap sebagai co-CEO atau ketua dewan untuk perusahaan induk Swiss. Perubahan ini bertujuan untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi fase pertumbuhan berikutnya dan kompleksitas pencatatan publik.
Prospek pasar kripto Eropa pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan dan ketahanan yang signifikan, dengan kerangka kerja Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa yang semakin memberikan kejelasan regulasi. Adopsi institusional mata uang kripto dan peningkatan kejelasan regulasi berfungsi sebagai pendorong utama bagi IPO di sektor ini. Meskipun pasar IPO Eropa menghadapi awal yang menantang pada tahun 2025, peningkatan lanskap IPO dengan Undang-Undang Pencatatan Uni Eropa dan regulasi yang lebih mudah untuk perusahaan dengan pertumbuhan tinggi telah menciptakan lingkungan yang lebih kondusif. Keberhasilan IPO Bitpanda akan menjadi tolok ukur penting bagi viabilitas bisnis aset digital yang patuh dalam kerangka pasar publik tradisional. Perusahaan telah memperoleh beberapa lisensi MiCAR dan persetujuan dari Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) Inggris, yang memungkinkan ekspansi lebih lanjut ke pasar Inggris dan berpotensi menjangkau lebih dari 500 juta orang di seluruh Eropa.