
Mantan Presiden AS Donald Trump, pada 13 Januari 2026, secara tak terduga memuji Microsoft atas komitmennya untuk mengatasi dampak tagihan listrik yang meningkat akibat pusat data kecerdasan buatan (AI) miliknya, menyatakan bahwa perusahaan tersebut akan melakukan "perubahan besar" untuk memastikan warga Amerika tidak menanggung beban biaya konsumsi daya mereka. Pernyataan yang disampaikan Trump melalui platform Truth Social ini muncul bersamaan dengan pengumuman Microsoft mengenai inisiatif "Komunitas-Pertama AI Infrastruktur" yang menjanjikan bahwa pusat datanya tidak akan menaikkan harga listrik lokal, meminimalkan penggunaan air, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada basis pajak.
Pernyataan Trump ini menandai pergeseran nuansa retorikanya terhadap perusahaan teknologi besar, sekaligus menyoroti kekhawatiran yang berkembang di kalangan politisi dan masyarakat mengenai lonjakan permintaan energi dari pusat data AI. Konsumsi listrik pusat data di AS diproyeksikan melonjak, dengan satu laporan memperkirakan permintaan Microsoft saja akan meningkat lebih dari 600% pada tahun 2030, setara dengan konsumsi listrik seluruh wilayah New England atau 12% dari total rumah tangga di AS. International Energy Agency (IEA) memperkirakan bahwa permintaan listrik pusat data AS akan berlipat ganda hingga 640 terawatt-jam (TWh) pada tahun 2035. Peningkatan ini menyebabkan tarif listrik rumah tangga naik, dengan beberapa wilayah di AS mengalami lonjakan harga hingga 36%.
Microsoft, melalui Presiden dan Wakil Ketuanya Brad Smith, telah menyatakan bahwa perusahaan akan meminta utilitas dan komisi publik untuk menetapkan tarif yang cukup tinggi guna menutupi biaya listrik pusat datanya, termasuk infrastruktur pendukung, sehingga biaya tersebut tidak dibebankan kepada pelanggan residensial. Perusahaan juga berkomitmen untuk berkolaborasi secara transparan dengan utilitas untuk menambah kapasitas listrik dan infrastruktur jaringan yang diperlukan. Smith menekankan bahwa perusahaan teknologi harus "membayar bagian mereka sendiri" untuk infrastruktur AI tanpa subsidi pembayar pajak. Ini merupakan tanggapan terhadap reaksi keras dari komunitas lokal yang menghadapi tekanan pada jaringan listrik dan pasokan air, seperti di Virginia, Ohio, Pennsylvania, dan Wisconsin.
Secara historis, Trump dan Partai Republik telah memiliki pandangan yang beragam, bahkan terkadang kritis, terhadap sektor teknologi dan kebijakan energi terbarukan. Meskipun ada dukungan untuk pengembangan AI, ada juga kekhawatiran yang meningkat dari kalangan Republik mengenai dampak lingkungan dan biaya konsumen dari pusat data. Laporan pada Agustus 2025 bahkan mengklaim bahwa pemotongan insentif energi bersih oleh pemerintahan Trump dan dorongan ekspansi infrastruktur AI yang intensif energi tanpa pengawasan telah menyebabkan biaya energi melonjak. Namun, pernyataan terbaru Trump menunjukkan pengakuan terhadap perlunya perusahaan teknologi besar untuk bertanggung jawab atas jejak energi mereka.
Implikasi dari perkembangan ini mencakup potensi perubahan dalam regulasi energi dan model penetapan harga untuk perusahaan teknologi. Utilitas di AS diperkirakan akan menginvestasikan hampir $208 miliar pada jaringan listrik pada tahun 2025 dan lebih dari $1,1 triliun selama lima tahun ke depan untuk mengatasi peningkatan permintaan dari pusat data dan AI. Komitmen Microsoft untuk menanggung biaya penuh dan menolak pembebasan pajak lokal dapat menjadi preseden bagi perusahaan teknologi besar lainnya. Meta, Amazon, dan Google telah membuat janji serupa untuk menutupi biaya utilitas mereka sendiri di tengah penolakan konsumen yang meningkat. Langkah ini juga dapat mendorong inovasi dalam efisiensi pusat data dan investasi dalam sumber energi rendah karbon seperti nuklir, matahari, dan hidro, yang telah menjadi bagian dari strategi energi Microsoft, termasuk kesepakatan untuk menghidupkan kembali sebagian dari pembangkit listrik tenaga nuklir Three Mile Island. Namun, tantangan tetap ada dalam menyeimbangkan pertumbuhan AI yang cepat dengan kapasitas jaringan listrik yang ada dan tujuan keberlanjutan. Beberapa ahli dan politisi masih skeptis bahwa energi terbarukan saja dapat memenuhi permintaan pusat data yang membutuhkan pasokan listrik yang terus-menerus dan non-intermiten.