:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
Analis pasar memproyeksikan potensi reli signifikan pada harga Bitcoin setelah lonjakan harga emas dan perak yang luar biasa sepanjang tahun 2025. Prediksi ini muncul di tengah divergensi kinerja aset, di mana logam mulia berfungsi sebagai lindung nilai makro yang kuat, sementara Bitcoin mengalami koreksi.
Tahun 2025 menjadi saksi kinerja luar biasa bagi emas dan perak. Harga emas melonjak sekitar 65% pada tahun 2025, dengan perkiraan mencapai $6.000 per ons pada tahun 2026, didorong oleh risiko inflasi yang persisten, injeksi likuiditas oleh Federal Reserve, pasar tenaga kerja yang melemah, dan pembelian bank sentral. Emas mencapai level tertinggi sepanjang masa sekitar $4.560 per ons pada akhir tahun 2025. Perak menunjukkan momentum yang lebih kuat, mencatat kenaikan mendekati 150% pada tahun 2025, menjadi kinerja tahunan terkuat sejak 1979. Harga perak melonjak dari sekitar $28,92 menjadi sekitar $64 per ons pada Desember 2025, didorong oleh permintaan industri yang tinggi, pasokan yang ketat, dan defisit pasokan global berturut-turut. Permintaan ini berasal dari sektor-sektor seperti panel surya, kendaraan listrik, dan teknologi terkait AI.
Kontrasnya, Bitcoin menunjukkan kinerja yang lebih lemah di tahun 2025. Harganya terkoreksi 22% pada kuartal keempat, diperdagangkan di sekitar $87.000 pada Desember 2025, jauh di bawah puncaknya di $125.000 pada Oktober. Meskipun demikian, beberapa analis memandang divergensi ini bukan sebagai tanda peringatan, melainkan sebagai pola yang mirip dengan tahun 2020, ketika logam mulia menguat terlebih dahulu sebelum modal berotasi ke aset kripto beberapa bulan kemudian.
Ryan Lee, kepala analis di bursa Bitget, menyatakan bahwa lonjakan harga emas spot di atas $4.500 per ons dan perak yang menembus kisaran $71–$72 mencerminkan pergeseran jelas menuju aset safe-haven di tengah pengetatan likuiditas dan peningkatan volatilitas di pasar berisiko. Menurutnya, kekuatan logam mulia ini kemudian "memberi makan sentimen aset digital." Analis Bull Theory juga membandingkan situasi saat ini dengan pertengahan 2020, di mana likuiditas bank sentral awalnya mengalir ke emas dan perak, sebelum Bitcoin mengalami kenaikan tajam 440% dari Agustus 2020 hingga Q2 2021. Jika pola tahun 2020 terulang, Bull Theory memperkirakan Bitcoin dapat meningkat lebih dari empat kali lipat hingga tahun 2026.
Grayscale's Research, dalam prospek aset digital tahun 2026, memperkirakan kenaikan valuasi di seluruh sektor kripto dan Bitcoin dapat melampaui level tertinggi sebelumnya pada paruh pertama tahun 2026. Mereka mengutip permintaan makro yang berkelanjutan untuk penyimpan nilai alternatif, dengan Bitcoin dan Ether sebagai komoditas digital langka. Greg Magadini, direktur derivatif Amberdata, menuturkan bahwa "bagi individu yang berinvestasi melawan atau melakukan lindung nilai risiko pelemahan mata uang, bitcoin sangat masuk akal."
Secara historis, korelasi antara Bitcoin dan emas berfluktuasi, namun menguat setelah krisis COVID-19 pada tahun 2020, mencapai korelasi positif 0,87 (atau 87%). Namun, korelasi ini mulai melemah pada tahun 2025, dengan Bitcoin menunjukkan sensitivitas yang lebih besar terhadap kondisi likuiditas, posisi, dan aliran spesifik kripto daripada kekuatan makro yang mendorong logam. Meskipun demikian, beberapa analis teknis seperti Michaël van de Poppe menunjukkan divergensi bullish pada grafik harian BTC/USD dibandingkan emas, menandakan potensi perubahan momentum.
Prospek jangka panjang Bitcoin pada tahun 2026 didukung oleh beberapa faktor struktural, termasuk adopsi ETF Bitcoin yang pesat dan kejelasan regulasi. Aset yang dikelola dalam ETF Bitcoin diproyeksikan mencapai $180 hingga $220 miliar pada tahun 2026. Integrasi ETF Bitcoin ke dalam rencana pensiun 401(k) juga dapat membuka triliunan dolar dalam dana pensiun. Dengan kondisi likuiditas yang membaik, pasokan yang terbatas, dan permintaan institusional yang berkelanjutan, Fundstrat bahkan memprediksi Bitcoin dapat mencapai $400.000+. Namun, ada pula pandangan yang lebih berhati-hati, seperti Galaxy Digital yang menyebut tahun 2026 "terlalu kacau untuk diprediksi" meskipun memproyeksikan Bitcoin akan mencapai $250.000 pada akhir 2027. Konsensus dari analis-analis besar juga menunjukkan Bitcoin dapat diperdagangkan antara $80.000 dan $140.000 pada tahun 2026.
Meskipun logam mulia diperkirakan akan tetap menjadi kelas aset strategis untuk mitigasi risiko di tengah fragmentasi ekonomi global, narasi "emas digital" Bitcoin mendapatkan kembali daya tarik. Pergeseran ini memposisikan kripto sebagai penyimpan nilai alternatif daripada aset risiko spekulatif semata. Kejelasan regulasi, seperti yang diharapkan dari undang-undang struktur pasar kripto bipartisan AS pada tahun 2026, dapat lebih lanjut mengintegrasikan blockchain publik dengan keuangan tradisional dan memfasilitasi investasi institusional yang berkelanjutan.