Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mitratel Genjot Modal Investasi Berkat Implementasi MESOP

2026-01-02 | 06:27 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T23:27:42Z
Ruang Iklan

Mitratel Genjot Modal Investasi Berkat Implementasi MESOP

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), atau Mitratel, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melaporkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh seiring dengan program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan (MESOP) yang berlanjut. Per 31 Desember 2024, modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan mencapai 83.559.636.344 saham, meningkat dari 83.552.719.544 saham pada 31 Desember 2023 dan 83.539.294.344 saham pada 1 Januari 2023. Penambahan modal ini merupakan konsekuensi langsung dari pelaksanaan berbagai tahapan MESOP yang dirancang untuk memberikan insentif kepada manajemen dan karyawan melalui kepemilikan saham perusahaan.

MESOP, sebuah mekanisme pelepasan saham dan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD), telah menjadi strategi korporasi yang konsisten bagi Mitratel. Program ini sejalan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 14/POJK.04/2019 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan Surat Edaran Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor SE-00002/BEI/03-2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Program Kepemilikan Saham.

Periode pelaksanaan MESOP Tahap II Mitratel untuk tahun 2025 berlangsung dari 1 November hingga 12 Desember, dengan harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp636 per saham. Dalam program ini, jumlah hak opsi yang dikonversi mencapai paling banyak 20.139.300 saham, dengan perkiraan nilai total sekitar Rp12,88 miliar. Sementara itu, hasil pelaksanaan MESOP Tahap III Tahun 2025 pada periode yang sama mencatat eksekusi sebanyak 41.100 saham dengan harga pelaksanaan Rp582 per saham. Hak opsi yang belum dikonversi pada periode pelaksanaan ini dapat dilakukan pada periode berikutnya.

Sebelumnya, Mitratel juga telah melaksanakan MESOP Tahap I pada periode 1 November hingga 12 Desember 2022, di mana 23.841.500 lembar saham dieksekusi dengan harga Rp720 per lembar saham. Jumlah ini mewakili 0,028% dari total saham perusahaan pada saat itu, dan manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan MESOP Tahap I tidak menimbulkan dampak dilusi yang material bagi pemegang saham. Begitu pula, pelaksanaan MESOP Tahap II tahun 2023 yang mengeksekusi 13.425.200 saham pada harga Rp636 per saham juga dinyatakan tidak berdampak dilusi material.

Direktur Investasi dan Sekretaris Perusahaan Mitratel, Hendra Purnama, telah melaporkan detail pelaksanaan MESOP ini kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari keterbukaan informasi. Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, sebelumnya menyatakan bahwa antusiasme manajemen dan karyawan terhadap program MESOP merupakan bentuk kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Menurut Theodorus, Mitratel memiliki fundamental bisnis yang kuat dan serangkaian program untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Mitratel, sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terkemuka, saat ini mengelola lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan semua operator seluler nasional menjadi penyewa utama. Kinerja finansial perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2023, mencatat pertumbuhan pendapatan 11,2%, EBITDA 12,7%, dan laba bersih 12,6%. Pertumbuhan operasional didorong oleh peningkatan kinerja penyewa sebesar 10,4%, dengan 58% profil menara telekomunikasi berlokasi di luar Jawa. Strategi ekspansi infrastruktur di luar Jawa merupakan langkah kunci untuk memperkuat konektivitas nasional dan mendukung digitalisasi di berbagai sektor.

Meskipun pengumuman MESOP Tahap II tahun 2025 sempat diiringi penurunan tipis harga saham MTEL sebesar 0,88% ke level Rp565 pada penutupan perdagangan 27 Oktober 2025, sentimen pasar secara keseluruhan terhadap Mitratel menunjukkan tren positif. Hingga 30 Desember 2025, saham MTEL telah naik 17,65% dibandingkan minggu sebelumnya dan 14,75% dalam sebulan, dengan peningkatan tahunan sebesar 7,69%. Analis menetapkan estimasi harga maksimum untuk saham MTEL sebesar Rp770 dan minimum Rp600, menggarisbawahi potensi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Program MESOP ini diharapkan dapat terus memperkuat komitmen karyawan dan manajemen terhadap kinerja perusahaan, sekaligus mendukung strategi pertumbuhan Mitratel yang berfokus pada perluasan infrastruktur dan peningkatan rasio penyewaan.