
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyetujui rencana pembangunan jalan tol di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat. Persetujuan ini disampaikan menyusul serangkaian bencana hidrometeorologi yang kerap memutus akses vital di wilayah tersebut. Dody Hanggodo menyampaikan bahwa ia telah secara langsung memaparkan wacana ini kepada Presiden Prabowo, yang kemudian memberikan restu.
Persetujuan Prabowo ini mengindikasikan komitmen administrasi yang akan datang terhadap pembangunan infrastruktur kritis di Sumatera Barat, terutama setelah serangkaian insiden putusnya jalur utama Padang-Bukittinggi via Lembah Anai. Kawasan Lembah Anai, yang dikenal dengan kontur geografis kompleks batuan Pra-Tersier, Tersier, dan Kwarter serta kontrol struktur sesar yang dominan, sangat rentan terhadap longsor dan banjir bandang. Jalur ini telah dua kali putus total akibat bencana pada Mei 2024 dan November 2025, melumpuhkan urat nadi transportasi utama di Sumatera Barat.
Rencana pembangunan jalan tol di Lembah Anai akan mencakup terowongan yang menembus bukit, sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan meminimalkan risiko bencana pada jalur eksisting. Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa jalur yang ada saat ini dianggap sudah tidak layak dan terlalu berbahaya untuk digunakan sebagai jalan raya utama. Alternatif lain seperti pembangunan flyover di sekitar Air Terjun Lembah Anai juga tengah dipertimbangkan.
Proyek ini merupakan bagian integral dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Padang-Pekanbaru, yang memiliki total panjang 255,06 kilometer. Seksi Padang-Sicincin, sepanjang 36,6 kilometer, telah mengalami tantangan pembebasan lahan yang signifikan dan progres konstruksinya mencapai 45,5% dengan pembebasan lahan 81,2% per November 2022. Kehadiran tol ini diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan Padang-Pekanbaru dari 6-8 jam menjadi sekitar 3-4 jam, secara signifikan mendongkrak perekonomian daerah melalui efisiensi transportasi, memangkas biaya logistik barang, serta mendorong sektor perdagangan, pertanian, dan pariwisata. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat dapat meningkat 0,8 hingga 1,2% per tahun setelah tol beroperasi penuh.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol ini akan melewati sejumlah tahapan krusial, mulai dari pra-studi kelayakan, studi kelayakan, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), hingga desain dan konstruksi. Pembiayaan proyek terbuka dari berbagai sumber, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pinjaman luar negeri, serta potensi keterlibatan investor swasta. Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida bahkan telah melakukan penjajakan dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) terkait pendanaan.
Keputusan mempercepat pembangunan Tol Lembah Anai juga sejalan dengan pernyataan Prabowo Subianto sebelumnya yang menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk membangun kembali seluruh infrastruktur yang rusak di Sumatera Barat akibat bencana hidrometeorologi. Ia menekankan adanya penghematan anggaran di pusat untuk memaksimalkan bantuan ke masyarakat di tingkat paling bawah. Pengamat transportasi dan pengusaha di Sumatera Barat telah lama menyuarakan urgensi pembangunan jalur alternatif mengingat jalur Lembah Anai yang sempit dan rawan kemacetan, bahkan dalam kondisi normal. Kelanjutan proyek ini diharapkan mampu mengatasi hambatan konektivitas yang selama ini menjadi momok bagi mobilitas dan perekonomian regional.