Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

JPMorgan Ungkap: Arus Dana ETF Konsisten Kerek Prospek Kripto

2026-01-10 | 04:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T21:54:34Z
Ruang Iklan

JPMorgan Ungkap: Arus Dana ETF Konsisten Kerek Prospek Kripto

JPMorgan Chase secara konsisten menegaskan bahwa pertumbuhan pasar stablecoin, didorong oleh peningkatan aktivitas perdagangan kripto, berfungsi sebagai penopang penting bagi stabilitas pasar aset digital yang lebih luas, meskipun bank investasi tersebut mempertahankan proyeksi yang lebih konservatif dibandingkan perkiraan industri lainnya. Analis JPMorgan, yang dipimpin oleh managing director Nikolaos Panigirtzoglou, dalam laporan terbaru pada Desember 2025, menyatakan bahwa meskipun kapitalisasi pasar stablecoin diperkirakan tidak akan mencapai skala triliunan dolar dalam beberapa tahun ke depan, ekspansinya yang berkelanjutan menyoroti perannya sebagai penyedia likuiditas utama dalam ekosistem kripto.

Kapitalisasi pasar stablecoin global melonjak sekitar 100 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2025, melampaui 300 miliar dolar Amerika Serikat dalam total suplai. Pertumbuhan ini sebagian besar terkonsentrasi pada dua stablecoin terbesar, Tether (USDT) yang menambahkan sekitar 48 miliar dolar Amerika Serikat dalam suplai dan Circle (USDC) yang tumbuh sekitar 34 miliar dolar Amerika Serikat. Para analis bank tersebut menekankan bahwa permintaan stablecoin sebagian besar berasal dari penggunaan internal di dalam ekosistem kripto, berfungsi sebagai uang tunai atau jaminan untuk perdagangan derivatif, pinjaman dan peminjaman keuangan terdesentralisasi (DeFi), serta untuk menyimpan dana kas menganggur oleh perusahaan-perusahaan kripto-native seperti dana ventura. Bursa derivatif saja meningkatkan kepemilikan stablecoin mereka sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2025, didorong oleh lonjakan perdagangan perpetual futures.

Meskipun volume transaksi stablecoin melonjak 72 persen mencapai rekor 33 triliun dolar Amerika Serikat pada tahun 2025, dengan USDC memimpin 18,3 triliun dolar Amerika Serikat dan USDT 13,3 triliun dolar Amerika Serikat, JPMorgan tidak melihat ini sebagai indikasi kenaikan signifikan dalam kapitalisasi pasar yang akan datang. USDC, khususnya, mendominasi dalam platform DeFi dan arus perdagangan frekuensi tinggi, meskipun kapitalisasi pasarnya lebih kecil dari USDT. Namun, pandangan JPMorgan tentang pasar stablecoin hingga tahun 2028 adalah lebih moderat, memproyeksikan total kapitalisasi pasar sekitar 500 miliar hingga 600 miliar dolar Amerika Serikat. Proyeksi ini jauh di bawah perkiraan paling optimis dari lembaga lain, seperti Citi yang memproyeksikan pasar dapat mencapai 1,9 triliun hingga 4 triliun dolar Amerika Serikat pada tahun 2030, dan Standard Chartered yang mengestimasi 2 triliun dolar Amerika Serikat pada tahun 2028.

Perbedaan dalam proyeksi ini berasal dari analisis JPMorgan tentang persaingan yang berkembang. Bank tersebut berpendapat bahwa meskipun penggunaan stablecoin untuk pembayaran meningkat, hal ini tidak serta-merta memerlukan peningkatan besar dalam total suplai karena sirkulasi yang lebih cepat. Selain itu, inisiatif seperti deposit bank yang di-tokenisasi dan mata uang digital bank sentral (CBDC), termasuk euro digital dan yuan digital, serta eksperimen pembayaran berbasis blockchain oleh SWIFT, dapat memperkuat peran bank komersial dalam pembayaran lintas batas. Perkembangan ini, menurut JPMorgan, berpotensi membatasi pangsa pasar stablecoin dalam arus penyelesaian institusional jangka panjang.

Pengesahan Undang-Undang GENIUS di Amerika Serikat pada Juli 2025, yang menyediakan kerangka regulasi untuk stablecoin, telah memberikan legitimasi baru dan membuka pintu bagi keterlibatan institusional yang lebih besar. Ini telah mendorong stablecoin untuk bertransisi dari alat kripto-native menjadi infrastruktur keuangan yang lebih matang, bersaing dalam kecepatan, keandalan, dan biaya. Selain itu, Panigirtzoglou juga memprediksi bahwa stablecoin yang menghasilkan imbal hasil dapat melihat pangsa pasar mereka meningkat secara signifikan dari 6% menjadi 50% di masa depan, menarik investor sebagai alternatif untuk dana pasar uang dalam lingkungan suku bunga tinggi.

Meskipun demikian, JPMorgan menegaskan bahwa pertumbuhan stablecoin akan terus sejalan dengan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan, bukan melampauinya secara drastis, dengan stabilitas yang ditawarkan oleh stablecoin sebagai komponen penting dalam mendukung transaksi dan likuiditas di pasar kripto yang volatil. Peran stablecoin sebagai tulang punggung likuiditas di pasar kripto tetap tidak dapat disangkal, memfasilitasi volume perdagangan dan memungkinkan fungsi-fungsi vital seperti jaminan, pinjaman, dan pinjaman dalam keuangan terdesentralisasi.