:strip_icc()/kly-media-production/medias/2970775/original/051574800_1574070741-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-5.jpg)
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten properti yang dikenal dengan portofolio Tanrise Property, pada Kamis, 8 Januari 2026, menyetujui pembagian saham bonus kepada para pemegang saham dengan rasio 25:12. Keputusan ini, yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024, merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
Dalam RUPSLB yang diselenggarakan secara elektronik tersebut, para pemegang saham juga merestui peningkatan modal dasar Perseroan menjadi Rp 3 triliun, terbagi dalam 30 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dengan rasio pembagian saham bonus 25:12, setiap pemegang 25 saham lama akan memperoleh 12 saham baru. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 5.253.600.000 saham baru, sehingga total saham ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat signifikan menjadi 16.198.600.000 lembar saham. Direktur Utama RISE, Budi Agusti, menegaskan bahwa persetujuan ini merupakan "langkah strategis untuk memperkuat fondasi permodalan Perseroan" dan "membuka ruang yang lebih luas bagi Perseroan dalam mendukung ekspansi usaha dan pengembangan proyek-proyek ke depan."
Keputusan pembagian saham bonus ini hadir setelah kinerja keuangan RISE menunjukkan pertumbuhan positif. Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 37,3 miliar pada tahun 2024, meningkat tajam dibandingkan Rp 13,0 miliar pada periode yang sama tahun 2023. Pendapatan RISE pada tahun 2024 mencapai Rp 365,6 miliar. Peningkatan likuiditas saham melalui pembagian saham bonus seringkali diharapkan dapat memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau, meskipun secara teoritis nilai total investasi pemegang saham tidak berubah karena adanya penyesuaian harga per saham pasca-aksi korporasi. Pergerakan saham RISE sendiri telah menarik perhatian, mencatat penguatan signifikan sebesar 992% dalam tiga bulan terakhir per 21 November 2025, dengan harga ditutup di level Rp 11.675. Pasca-RUPSLB, saham RISE ditutup pada level Rp 9.800 pada 9 Januari 2026, setelah mencapai Rp 9.425 pada tanggal RUPSLB, 8 Januari 2026.
Strategi ekspansi RISE juga menjadi latar belakang penting keputusan ini. Emiten properti ini sebelumnya telah mengumumkan langkah ekspansi masif dengan meluncurkan empat proyek strategis di lokasi premium. Proyek-proyek tersebut mencakup pengembangan lanjutan kawasan resort dan golf Taman Dayu di Pasuruan, pembangunan kota mandiri Tanrise City di Sidoarjo, Tanrise City di Bandung, serta kawasan industri modern di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Budi Agusti menyatakan, dengan fundamental keuangan yang lebih solid dan dukungan pemegang saham, RISE optimistis dapat mengakselerasi pengembangan proyek-proyek bernilai tambah tinggi, sekaligus menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. Pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham, bukan dari saldo laba ditahan, juga memiliki implikasi pajak di mana penghasilan dari saham bonus tersebut umumnya diakui pada saat penjualan saham, bukan pada saat penerimaan. Hal ini berpotensi memberikan fleksibilitas bagi investor dalam perencanaan pajak mereka.