Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jembatan Darurat Krueng Tingkeum: Solusi Cepat Buka Kembali Akses Vital

2026-01-11 | 03:50 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T20:50:45Z
Ruang Iklan

Jembatan Darurat Krueng Tingkeum: Solusi Cepat Buka Kembali Akses Vital

Jembatan darurat (bailey) Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi beroperasi pada Sabtu, 27 Desember 2025, memulihkan konektivitas vital pada ruas jalan nasional yang menghubungkan Banda Aceh dan Medan setelah terputus akibat banjir bandang. Pembangunan jembatan sementara sepanjang 66 meter ini dilaksanakan secara cepat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam Iskandar Muda, serta PT Adhi Karya (Persero) sebagai penyedia jasa konstruksi, didukung kontraktor lokal PT Krueng Meuh.

Akses transportasi di jalur utama Lintas Sumatera ini lumpuh sejak 27 November 2025, ketika struktur Jembatan Krueng Tingkeum yang lama rusak parah diterjang banjir bandang. Pekerjaan pembangunan jembatan darurat dimulai pada 9 Desember 2025, dan rampung hanya dalam waktu 18 hari, tepatnya 27 Desember 2025, setelah melalui proses uji beban untuk memastikan keamanannya. Peresmian jembatan dilakukan melalui prosesi adat peusijuek yang dipimpin oleh Pimpinan Dayah Nurul Fata Tingkeum Manyang, Abu Jafar.

Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum, Rakhman Taufik, menjelaskan bahwa sebagai jembatan panel darurat, terdapat sejumlah pembatasan penggunaan yang wajib dipatuhi pengguna jalan. Kapasitas beban maksimal jembatan ini hanya 30 ton, dengan ruang bebas vertikal atau clearance setinggi empat meter karena posisinya berada di atas jembatan eksisting. Pengguna jalan diimbau untuk tidak beriringan dan tidak berhenti di atas jembatan. Untuk menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas, operasional jembatan darurat diberlakukan dengan sistem buka-tutup setiap satu jam. Meskipun tidak ada larangan bagi kendaraan roda empat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen Fadhli Amir mengimbau kendaraan pribadi dan minibus dari arah Banda Aceh menuju Medan agar menggunakan jalur alternatif Teupin Reudep-Awe Geutah guna mengurangi kemacetan.

Sebelum jembatan darurat ini berfungsi, masyarakat setempat harus menggunakan perahu atau rakit untuk menyeberang, sebuah solusi sementara yang rentan dan berisiko tinggi. Penutupan akses jalan nasional selama sebulan penuh ini secara signifikan mengganggu distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta aktivitas ekonomi dan perdagangan di sejumlah daerah di Aceh, yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Bupati Bireuen Mukhlis menyambut gembira berfungsinya kembali jembatan tersebut, mengakui perannya sebagai urat nadi utama mobilitas dan jalur distribusi logistik. Ia berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan mengingat dampak luas yang ditimbulkan saat jalur tersebut terputus.

Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian Pekerjaan Umum juga telah memulai pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum. Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PU, Rakhman Taufik, menyatakan penanganan permanen jembatan tersebut resmi dimulai pada Rabu, 7 Januari 2026. Tahapan awal meliputi persiapan lokasi dan pengerahan alat berat, dengan pemasangan pancang permanen dijadwalkan mulai 20 Januari 2026. Pembangunan jembatan permanen ini diperkirakan memakan waktu sekitar delapan bulan dan akan menggunakan struktur rangka baja atau steel box bridge, dengan pendanaan penuh dari APBN. Mawardi, Kepala Dinas PUPR Aceh, menegaskan bahwa Jembatan Krueng Tingkeum merupakan salah satu dari dua program prioritas pemerintah pusat untuk pemulihan konektivitas di Aceh, di samping Jembatan Teupin Mane. Kajian teknis detail terus dilakukan untuk menjamin kekuatan struktur, efisiensi, dan ketahanan jembatan terhadap cuaca ekstrem serta pengujian ketat batas tonase. Harapan besar disematkan pada proyek ini untuk menyediakan infrastruktur yang lebih tangguh, memastikan kelancaran arus lalu lintas yang stabil, dan mempercepat pemulihan ekonomi di Bireuen serta konektivitas regional secara signifikan.