Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

IHSG Melonjak 5 Januari 2026: Indeks Saham Jakarta Tembus Batas Baru!

2026-01-05 | 09:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T02:51:21Z
Ruang Iklan

IHSG Melonjak 5 Januari 2026: Indeks Saham Jakarta Tembus Batas Baru!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, mencatatkan kenaikan signifikan di tengah optimisme pasar awal tahun. Indeks dibuka pada posisi 8.778,73, naik 30,60 poin atau 0,35 persen. Penguatan ini membawa IHSG mendekati level rekor tertinggi sepanjang masa dan melanjutkan tren positif yang terlihat sejak perdagangan perdana 2026 pada Jumat (2/1).

Pada menit-menit awal perdagangan, IHSG sempat bergerak fluktuatif namun terus menunjukkan momentum penguatan. Pada pukul 09:01 WIB, indeks tercatat naik 30,6 poin (0,35%) ke level 8.778. Hingga pukul 09:20 WIB, IHSG berhasil menguat 40,940 poin atau setara 0,47 persen ke level 8.789,072. Volume transaksi awal menyentuh Rp1,4 triliun dengan 2,7 miliar lembar saham diperdagangkan, dan tercatat 313 saham bergerak di zona hijau. Komposisi transaksi per pagi ini menunjukkan investor domestik masih dominan dengan porsi 74,82 persen, sementara investor asing berkontribusi 25,18 persen.

Penguatan IHSG hari ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk berlanjutnya "January Effect", akumulasi investor asing, serta sentimen positif dari pasar regional. Sepanjang periode 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, investor asing membukukan net buy sebesar Rp1,3 triliun di pasar reguler. Saham-saham seperti BUMI, BRMS, dan GOTO menjadi target beli utama investor asing. Sentimen global juga turut memengaruhi, dengan indeks Kospi Korea Selatan naik 1,74% dan Nikkei Jepang menguat 1,67% pada Senin pagi.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyatakan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan kenaikannya hari ini, dengan level resistance diperkirakan berada di kisaran 8.820-8.850. Senada, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.725–8.780 pekan ini, didukung oleh momentum bullish yang terjaga. Pasar mencermati rilis data inflasi dan neraca perdagangan domestik sebagai katalis penting yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan dan stabilitas makro ke depan.

Secara historis, pasar saham Indonesia mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif. Pada perdagangan perdana Jumat (2/1), IHSG ditutup menguat 1,17 persen ke level 8.748,13. Kinerja ini menandai rekor harga penutupan tertinggi sepanjang masa yang baru. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah menyatakan optimismenya bahwa IHSG dapat menembus level 10.000 pada tahun 2026, didasarkan pada kebijakan pemerintah yang sinkron dan perbaikan ekonomi Indonesia. Chief Economist IQI Global Shan Saeed menambahkan bahwa lonjakan indeks di awal tahun ini merupakan sinyal kepercayaan investor yang kian menguat terhadap fondasi fundamental ekonomi Indonesia yang solid.

Namun, dinamika geopolitik global, seperti eskalasi tensi antara Amerika Serikat dan Venezuela, berpotensi meningkatkan volatilitas pasar dan memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Meskipun demikian, beberapa analis, termasuk dari MNC Sekuritas, memproyeksikan IHSG dapat menguji rentang 8.776-8.905 hari ini. Optimisme juga datang dari Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, yang memproyeksikan IHSG pada 2026 bisa menembus level 10.500. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti perlunya peningkatan kualitas emiten, perluasan basis investor institusi, dan penguatan perlindungan investor ritel sebagai agenda strategis untuk memperdalam pasar modal Indonesia di tahun 2026.