Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Harga Bitcoin 17 Januari 2026: Anjlok Tajam, Capai Titik Terendah Baru

2026-01-17 | 12:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T05:31:57Z
Ruang Iklan

Harga Bitcoin 17 Januari 2026: Anjlok Tajam, Capai Titik Terendah Baru

Harga Bitcoin mengalami koreksi tipis pada 17 Januari 2026, diperdagangkan melemah ke kisaran 94.812 dollar AS hingga 95.484 dollar AS setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday 95.830 dollar AS. Penurunan ini terjadi di tengah aksi ambil untung oleh investor institusional dan arus keluar dari produk Exchange-Traded Fund (ETF) spot Bitcoin, meskipun pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan sentimen "wait and see" di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

Penurunan harga ini menghentikan momentum kenaikan tipis yang sempat membawa Bitcoin menembus 97.000 dollar AS pada 15 Januari, sebelum kemudian terkoreksi ke 95.000-96.000 dollar AS. Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa penguatan sebelumnya didorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) Desember 2025 yang stabil, tercatat naik 0,3 persen secara bulanan (mtm) dan 2,7 persen secara tahunan (yoy), serta akumulasi oleh institusi besar. Inflasi yang terkendali ini memberikan ruang bagi pasar kripto untuk bernapas setelah periode konsolidasi yang panjang.

Namun, kondisi hari ini mencerminkan sikap hati-hati di kalangan pelaku pasar yang cenderung menunggu konfirmasi arah pergerakan lebih lanjut sebelum mengambil posisi baru. Secara teknikal, Bitcoin masih berusaha menstabilkan diri di atas zona support 88.000-92.000 dollar AS, dengan pergerakan perlahan menuju 95.000-96.000 dollar AS. Analis Christopher Tahir, Co-founder CryptoWatch, menyatakan bahwa tren pelemahan harga Bitcoin berpotensi berlanjut apabila pasar tidak memperoleh katalis kuat yang mampu mendorong pemulihan harga secara berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, perdebatan mengenai peran Bitcoin sebagai penyimpan nilai jangka panjang semakin intens. Christopher Wood, ahli strategi di Jefferies, dilaporkan telah melepas alokasinya dari Bitcoin dan beralih ke emas. Keputusan ini didasari kekhawatiran yang meningkat terkait risiko komputasi kuantum yang dinilai dapat melemahkan keamanan kriptografi Bitcoin, mempertanyakan daya tahan fundamentalnya di masa depan. David Duong, Kepala Riset Investasi Coinbase, juga menggemakan kekhawatiran serupa, menyebut komputasi kuantum dapat memengaruhi model ekonomi dan keamanan Bitcoin.

Meskipun demikian, beberapa analis mempertahankan pandangan bullish. Owen Lau, Managing Director Clear Street, memprediksi pasar kripto akan memasuki fase pertumbuhan baru pada 2026, didorong potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS yang berpotensi mendorong arus investasi ke aset berisiko. Kepala Riset CoinMarketCap, Alice Liu, memproyeksikan pemulihan pasar kripto pada Februari hingga Maret 2026, didukung membaiknya indikator makro. Konsolidasi saat ini diperkirakan dapat berubah menjadi reli signifikan jika sinyal makroekonomi yang positif benar-benar terwujud.