Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Danantara Kucurkan Rp 655 Miliar, Wujudkan Hunian Layak bagi Penyintas Bencana Sumatera

2026-01-04 | 11:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T04:09:25Z
Ruang Iklan

Danantara Kucurkan Rp 655 Miliar, Wujudkan Hunian Layak bagi Penyintas Bencana Sumatera

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengucurkan dana sebesar Rp 655 miliar sebagai bagian dari total target Rp 1 triliun dana tanggung jawab sosial (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membangun 15.000 unit hunian bagi korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir tahun lalu. Proyek percepatan ini, yang dipimpin oleh Danantara, menargetkan penyelesaian 15.000 unit rumah dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan penyerahan awal 600 unit kepada pemerintah daerah dijadwalkan pada 8 Januari 2026.

Inisiatif pembangunan hunian ini tersebar di beberapa lokasi terdampak paling parah, meliputi 12.000 unit di Provinsi Aceh, 2.000 unit di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah (Sumatera Utara), serta 500 unit di Sumatera Barat. CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, menyatakan bahwa hunian yang dibangun memiliki luas sekitar 22 meter persegi per unit dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti musala, dapur umum, akses Wi-Fi, serta fasilitas sanitasi berupa 14 unit toilet dan 120 unit kamar mandi. Pembangunan dilakukan di atas lahan milik PTPN yang telah melalui proses pembersihan lahan (land clearing). Lebih dari 1.600 pekerja dari BUMN Karya seperti Hutama Karya, Waskita Karya, Adhi Karya, dan PP dikerahkan dalam proyek ini, bekerja 24 jam sehari untuk mempercepat penyelesaian. Rosan menegaskan bahwa hunian yang dibangun tidak hanya bersifat sementara, melainkan dirancang agar layak dan berkelas, sejalan dengan upaya meringankan beban masyarakat dan persiapan menuju hunian tetap.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatera akhir 2025 lalu menyebabkan kerusakan luas, dengan estimasi biaya pemulihan pascabencana di Sumatera diperkirakan mencapai Rp 59,25 triliun, di mana Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Menanggapi skala kerusakan tersebut, pemerintah pusat telah mempercepat intervensi pada fase transisi pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya percepatan penyaluran stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak dengan kategori rusak sedang dan berat, sambil memastikan ketersediaan hunian sementara untuk kebutuhan dasar.

Komitmen Danantara ini melengkapi skema penanganan hunian pascabencana yang lebih luas oleh pemerintah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan adanya tiga konsep pembangunan hunian tetap, yaitu melalui Danantara sebanyak 15.000 unit, anggaran APBN yang dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan inisiatif gotong royong. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut membangun 4.500 unit hunian sementara di tiga provinsi terdampak, sementara Kementerian PKP memulai pembangunan 5.000 unit hunian tetap di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah telah mengalokasikan hingga Rp 60 triliun dari dana pajak untuk pemulihan bencana di wilayah tersebut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memastikan ketersediaan dana tambahan sebesar Rp 1,3 triliun untuk hunian sementara dan hunian tetap, dengan dana siap pakai yang masih tersisa Rp 1,51 triliun.

Meskipun demikian, percepatan pembangunan hunian pascabencana menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam penyediaan lahan yang aman dan bebas risiko bencana serupa di masa depan, serta akurasi data penerima bantuan. Pemerintah daerah diharapkan berperan aktif dalam penyediaan lokasi dan membantu proses relokasi warga ke hunian baru. Upaya ini mencerminkan strategi pemerintah untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar korban, tetapi juga membangun infrastruktur permukiman yang berketahanan bencana sebagai bagian dari rencana pemulihan jangka panjang. Keterlibatan Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia yang bertugas mengelola dan mengoptimalkan aset strategis nasional melalui dana CSR BUMN menunjukkan sinergi antara entitas investasi negara dengan misi kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan pascabencana.