Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Crane Raksasa Ambruk di Jalur Rawan: Mobil Remuk, Dua Nyawa Melayang

2026-01-16 | 03:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T20:34:07Z
Ruang Iklan

Crane Raksasa Ambruk di Jalur Rawan: Mobil Remuk, Dua Nyawa Melayang

Sebuah derek konstruksi raksasa ambruk di ruas Jalan Tol Rama II, Samut Sakhon, pinggiran kota Bangkok, Thailand, pada Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 09.15 pagi waktu setempat, menghancurkan sebuah mobil yang sedang melintas dan menewaskan dua orang di tempat kejadian. Insiden tragis ini menambah daftar panjang kecelakaan fatal di jalur yang dijuluki "Jalan Maut" oleh warga setempat dan semakin menyoroti lemahnya penegakan standar keselamatan pada proyek-proyek infrastruktur besar.

Kepala kepolisian setempat di Provinsi Samut Sakhon, Sitthiporn Kasi, mengonfirmasi bahwa derek tersebut roboh di lokasi proyek pembangunan Jalan Tol Rama II, dan tidak ada korban luka lain yang dilaporkan sejauh ini. Rekaman video yang beredar menunjukkan kepulan debu tebal membubung ke udara saat struktur baja masif itu menimpa beton layang yang masih dalam tahap pembangunan, dengan puing-puing beton berserakan di jalan raya. Pihak berwenang segera mengerahkan alat penyelamatan hidrolik, "jaws of life", untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam mobil yang remuk.

Kecelakaan ini terjadi hanya sehari setelah insiden serupa yang melibatkan perusahaan konstruksi yang sama, Italian-Thai Development, salah satu pengembang terbesar di Thailand. Pada Rabu, 14 Januari 2026, sebuah derek jenis launching gantry di proyek kereta cepat di Provinsi Nakhon Ratchasima ambruk dan menimpa kereta penumpang, menewaskan sedikitnya 32 orang. Perusahaan yang sama juga bertanggung jawab atas runtuhnya gedung pencakar langit di Bangkok pada Maret tahun lalu saat gempa bumi, di mana tidak ada bangunan lain di kota itu yang ambruk. Rentetan kecelakaan mematikan ini menggarisbawahi frekuensi insiden konstruksi yang mematikan di Thailand, sebagian besar disebabkan oleh penegakan standar dan peraturan keselamatan yang lemah.

Jalan Tol Rama II sendiri telah lama dikenal sebagai "Death Road" atau "Jalan Maut" karena serangkaian kecelakaan konstruksi mematikan yang berulang dalam beberapa tahun terakhir selama proyek perluasan jalan tol berbayar berlangsung. Julukan ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam memastikan keamanan publik di tengah ambisi pembangunan infrastruktur yang pesat.

Penyelidikan awal sering kali menunjukkan berbagai faktor yang berkontribusi pada kecelakaan crane, termasuk kesalahan manusia, kurangnya pelatihan yang memadai bagi operator, perawatan peralatan yang buruk, kondisi cuaca ekstrem, dan lingkungan kerja yang tidak aman. Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan rutin, kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP), dan kompetensi operator dalam mencegah insiden semacam ini. Lazuardi Nurdin, Ketua Umum Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Indonesia (A2K4I), pernah menyampaikan bahwa lima hal utama penyebab kecelakaan crane meliputi kondisi pekerja, pengawasan, kelayakan peralatan, metode kerja, dan kompetensi operator.

Insiden di Thailand ini menawarkan pelajaran kritis bagi negara-negara yang juga gencar membangun infrastruktur, termasuk Indonesia. Sektor konstruksi di Indonesia masih menjadi penyumbang terbesar kasus kecelakaan kerja, dengan menyumbang sekitar 32% dari total kasus setiap tahunnya. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 47.300 kasus kecelakaan kerja hingga April 2025, dengan 29% di antaranya terjadi di sektor konstruksi, didominasi oleh kelalaian prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), minimnya pelatihan, serta kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai.

Pemerintah Indonesia telah memiliki kerangka regulasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 10 Tahun 2021 yang bertujuan menjamin keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, keselamatan publik, serta keselamatan lingkungan. Namun, angka kecelakaan yang tinggi menunjukkan bahwa implementasi dan penegakan regulasi ini harus terus ditingkatkan.

Kecelakaan crane di "Jalan Maut" Bangkok bukan sekadar insiden terisolasi, melainkan cerminan dari tantangan global dalam menyeimbangkan kecepatan pembangunan infrastruktur dengan jaminan keselamatan kerja dan publik. Tragedi ini mendesak audit menyeluruh terhadap praktik keselamatan konstruksi, pengawasan yang lebih ketat, dan akuntabilitas yang tegas dari semua pihak yang terlibat dalam proyek infrastruktur berskala besar, baik di Thailand maupun di kawasan lainnya.