Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bitdeer Technologies Mengukuhkan Diri sebagai Raksasa Penambangan Bitcoin Global

2026-01-14 | 11:02 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T04:02:53Z
Ruang Iklan

Bitdeer Technologies Mengukuhkan Diri sebagai Raksasa Penambangan Bitcoin Global

Bitdeer Technologies Group, sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada blockchain dan komputasi kinerja tinggi yang berbasis di Singapura, telah mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan penambangan Bitcoin terbesar di dunia berdasarkan metrik hashrate terkelola. Pencapaian ini, yang dilaporkan pada akhir Desember 2025, menempatkan Bitdeer melampaui Marathon Digital Holdings (MARA), pemimpin sebelumnya, dengan total hashrate terkelola mencapai 71 exahash per detik (EH/s). Langkah strategis Bitdeer yang mengandalkan rig penambangan internal dan diversifikasi ke layanan komputasi kecerdasan buatan (AI) menandai pergeseran signifikan dalam lanskap industri penambangan Bitcoin yang semakin terkonsolidasi.

Industri penambangan Bitcoin telah bertransformasi dari aktivitas hobi menjadi sektor berskala industri multi-miliar dolar yang didominasi oleh operasi skala besar dan peralatan khusus. Persaingan di sektor ini semakin intensif, diperparah oleh peristiwa halving Bitcoin pada April 2024 yang memangkas imbalan blok menjadi 3,125 BTC, menekan margin keuntungan dan memaksa para penambang untuk berinovasi atau keluar dari pasar. Dalam konteks ini, Bitdeer, yang didirikan oleh Jihan Wu, salah satu pendiri Bitmain, muncul sebagai pemain dominan dengan strategi yang menekankan efisiensi operasional dan manajemen aset yang strategis.

Strategi Bitdeer secara fundamental berbeda dari beberapa pesaing utamanya. Sementara Marathon Digital berfokus pada penimbunan sebagian besar Bitcoin yang ditambang (memegang lebih dari 55.000 BTC dalam perbendaharaannya), Bitdeer memilih untuk secara aktif menjual Bitcoin yang ditambang untuk mendanai ekspansi dan investasinya dalam rig penambangan proprietary, seperti lini SEALMINER mereka. Perusahaan ini melaporkan hashrate penambangan sendiri sebesar 55,2 EH/s pada Desember 2025, meningkat 339% dari tahun ke tahun dalam produksi Bitcoin menjadi 636 BTC pada bulan yang sama. Rig SEALMINER A2 Bitdeer, misalnya, dirancang untuk efisiensi daya yang superior, mencapai sekitar 6-7 Joule per Terahash (J/TH) pada tingkat chip dalam pengujian, dibandingkan dengan efisiensi armada Marathon sebesar 19 J/TH.

Lebih lanjut, Bitdeer secara agresif melakukan diversifikasi ke dalam komputasi kinerja tinggi (HPC) dan layanan AI, sebuah langkah yang juga dipertimbangkan oleh beberapa penambang lain di tengah tekanan pasca-halving. Perusahaan ini telah mulai menyebarkan sistem NVIDIA GB200 di Malaysia dan berencana untuk mengkonversi pusat data di Tydal, Norwegia, untuk tujuan AI, dengan target penyelesaian sekitar akhir 2026. Jihan Wu, CEO Bitdeer, menegaskan keyakinannya pada masa depan jangka panjang Bitcoin, namun juga mengakui permintaan yang kuat untuk infrastruktur AI. Menurutnya, inovasi di industri blockchain dapat melampaui internet itu sendiri, dan ia melihat adanya kebutuhan manajer yang efisien di sektor penambangan.

Dari segi keuangan, Bitdeer melaporkan total pendapatan sebesar 169,7 juta dolar AS pada kuartal ketiga 2025, naik 173,6% dari tahun sebelumnya, dengan laba kotor melonjak menjadi 40,8 juta dolar AS dibandingkan 2,8 juta dolar AS pada kuartal ketiga 2024. Meskipun demikian, perusahaan mencatat kerugian bersih sebesar 266,7 juta dolar AS, terutama disebabkan oleh kerugian derivatif non-tunai, dengan Adjusted EBITDA positif sebesar 43,0 juta dolar AS. Operasi penambangan Bitdeer mencakup pusat data di Amerika Serikat (Tennessee, Texas, Washington), Eropa (Norwegia), dan kemitraan dengan pemerintah Bhutan untuk operasi penambangan hijau. Perusahaan juga telah melakukan persiapan untuk fasilitas manufaktur di AS.

Konsolidasi adalah tren yang jelas dalam industri penambangan Bitcoin, dengan pemain yang lebih besar diuntungkan dari skala ekonomi, infrastruktur yang dioptimalkan, dan kontrak energi jangka panjang. Keunggulan kompetitif semakin bergantung pada akses ke lokasi berbiaya rendah, bertenaga terbarukan, dan efisiensi mesin. Jihan Wu, sebagai figur berpengalaman dalam ekosistem Bitcoin, memandang bahwa industri ini akan terus menarik perusahaan-perusahaan besar, meskipun ia mengakui tantangan untuk membangun nilai yang kredibel. Pertumbuhan Bitdeer, yang didorong oleh teknologi proprietary dan ambisi diversifikasi, mencerminkan pergeseran yang lebih luas di mana perusahaan penambangan Bitcoin bertransformasi menjadi pemain infrastruktur yang terdiversifikasi, menggabungkan penambangan kripto dengan komputasi AI/HPC dan mengoptimalkan energi terbarukan. Transformasi ini diharapkan akan menciptakan nilai jangka panjang di luar blockchain, dengan para pemenang adalah mereka yang memahami bahwa masa depan penambangan terletak pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan.