Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bitcoin Menjejak Titik Terendah, Klaim Analis

2026-01-07 | 23:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T16:55:32Z
Ruang Iklan

Bitcoin Menjejak Titik Terendah, Klaim Analis

Pada awal Januari 2026, pasar Bitcoin berada dalam ketidakpastian yang signifikan setelah aksi jual brutal pada kuartal keempat 2025, memicu perdebatan sengit di antara analis mengenai apakah harga aset digital ini telah mencapai level terendah atau masih berpotensi untuk merosot lebih jauh. Meskipun beberapa perusahaan investasi besar mengklaim bahwa titik terendah telah tercapai, suara-suara lain menyerukan kehati-hatian terhadap potensi koreksi lanjutan.

Analis Gautam Chhugani dari Bernstein, bersama timnya, menyatakan keyakinan mereka bahwa Bitcoin dan pasar aset digital yang lebih luas "telah mencapai titik terendah" pada akhir November 2025, ketika harga Bitcoin menyentuh sekitar $80.000 setelah merosot 35% dari puncaknya di bulan Oktober 2025 yang berada di atas $126.000. Senada, analis dari Fundstrat, Sean Farrell, juga melihat adanya "peluang bagus untuk reli taktis," mengutip membaiknya kondisi likuiditas sebagai faktor pendukung aset berisiko. Analis JPMorgan dilaporkan juga telah memprediksi titik terendah harga Bitcoin pada November 2025. Pandangan ini menolak kekhawatiran bahwa Bitcoin telah mencapai puncaknya dalam siklus empat tahunan tradisional, dengan Bernstein berpendapat bahwa pasar saat ini lebih didorong oleh partisipasi institusional daripada spekulasi ritel.

Namun, prospek pasar tidak seragam bullish. TradingShot, seorang ahli perdagangan online terkemuka, menunjukkan bahwa Bitcoin kemungkinan akan mengalami koreksi sebelum mencapai level tertinggi baru, setelah memasuki siklus bearish baru menyusul puncaknya di Oktober. Sementara itu, analisis dari Crypto News, yang menyoroti korelasi historis tertinggi antara Bitcoin dan indeks Yen Jepang sebesar 0,86, memproyeksikan bahwa Bitcoin dapat menyentuh titik terendah sekitar $74.425 pada Desember 2026. Proyeksi ini mengimplikasikan bahwa semua keuntungan yang diperoleh pada kuartal pertama tahun ini dapat terhapus, mengembalikan BTC ke level yang terakhir terlihat pada awal 2025. IG, dalam analisis teknisnya, bahkan memperkirakan "fase bearish" yang dapat berlanjut hingga akhir 2026, dengan zona support utama yang perlu diperhatikan berada di $84.000, $70.000, dan $58.000.

Penurunan harga Bitcoin pada akhir tahun 2025 dipicu oleh berbagai faktor makroekonomi dan sentimen pasar. Tekanan makroekonomi, termasuk sikap Federal Reserve AS terhadap suku bunga dan ketidakpastian regulasi, memainkan peran penting. Meskipun The Fed melakukan pemotongan suku bunga pada September dan Oktober 2025, keengganan untuk melonggarkan lebih lanjut di tengah inflasi yang sedang berlangsung menambah ketidakpastian, yang merugikan aset volatil seperti Bitcoin. Selain itu, aksi jual besar-besaran senilai $100 juta yang bertujuan mengambil keuntungan pada awal Januari 2026, terutama di kisaran harga $94.000 hingga $95.000, memicu penurunan tajam dan memunculkan "efek batas" yang menghentikan momentum kenaikan Bitcoin. Data juga menunjukkan bahwa Bitcoin mengakhiri Desember 2025 dengan penurunan selama tiga bulan berturut-turut, sebuah pola yang jarang terjadi secara historis.

Di sisi lain, aliran masuk ke ETF Bitcoin spot menunjukkan pemulihan kepercayaan institusional di awal tahun 2026. Aliran masuk bersih positif sebesar $471 juta tercatat pada 2 Januari 2026, yang tidak terlihat sejak 17 Desember 2025, menandai awal fase baru selera risiko. Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto juga menunjukkan pemulihan yang signifikan menuju zona "keserakahan", mengindikasikan peningkatan kepercayaan pasar dalam jangka pendek.

Meskipun demikian, Tom Lee dari Bitmine Immersion Technologies memprediksi bahwa enam bulan pertama tahun 2026 akan ditandai oleh penyeimbangan kembali institusional dan volatilitas tinggi, sebelum reli besar diperkirakan terjadi pada paruh kedua tahun ini. Pandangan jangka panjang tetap optimis di beberapa kalangan, dengan Bernstein mempertahankan target harga Bitcoin $150.000 untuk 2026 dan $200.000 untuk 2027, didorong oleh "revolusi aset digital" yang lebih luas dan adopsi institusional. JPMorgan juga memprediksi Bitcoin dapat mencapai $170.000 pada tahun 2026, berpotensi menantang kapitalisasi pasar emas. Namun, dengan pasar yang saat ini berada di sekitar $92.000 dan pergerakan harga yang lebih berhati-hati, dinamika antara optimisme jangka panjang dan kehati-hatian jangka pendek akan terus membentuk lintasan Bitcoin.