Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bitcoin dan Dogecoin Pimpin Lonjakan Kripto 5 Januari 2026

2026-01-05 | 09:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T02:44:44Z
Ruang Iklan

Bitcoin dan Dogecoin Pimpin Lonjakan Kripto 5 Januari 2026

Pasar kripto global menunjukkan kekuatan signifikan pada Senin, 5 Januari 2026, dengan Bitcoin (BTC) melampaui level 91.000 dolar AS dan Dogecoin (DOGE) mencatat lonjakan persentase yang substansial, mengindikasikan pergeseran sentimen investor di awal tahun. Kapitalisasi pasar kripto global menguat 0,98% menjadi US$ 3,12 triliun pada pukul 07.15 WIB, dengan mayoritas aset digital utama berada di zona hijau.

Bitcoin diperdagangkan di sekitar 91.771 dolar AS per koin, naik 0,42% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini memperpanjang kinerja mingguan BTC sebesar 4,67% dan 3,24% dalam 30 hari terakhir, meskipun masih terkoreksi 26,11% dalam 90 hari. Sementara itu, Dogecoin menjadi salah satu pemimpin penguatan di antara altcoin berkapitalisasi besar, melonjak 3,9% ke level 0,14 dolar AS. Bahkan, dalam periode 24 jam sebelumnya (3 Januari), DOGE sempat terbang tinggi 12,44% ke 0,14 dolar AS dan naik 4,28% dalam satu hari terakhir per 5 Januari, serta hampir 20% selama seminggu terakhir. Koin meme ini menunjukkan stabilitas harga yang cukup baik baru-baru ini, dengan volume perdagangan yang melonjak hingga 79%.

Penguatan pasar kripto di awal Januari 2026 ini terjadi di tengah beberapa faktor makroekonomi dan dinamika pasar internal. Salah satu pendorong utama adalah sentimen yang dipicu oleh sinyal pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed). Managing Director Clear Street, Owen Lau, menilai laju pemangkasan suku bunga The Fed akan menjadi katalis utama bagi pasar kripto pada 2026, berpotensi mendorong investasi ritel dan institusi ke aset berisiko. Analis makro Benjamin Cowen bahkan menilai dampak penghentian kebijakan pengetatan kuantitatif (QT) oleh The Fed baru akan terasa penuh pada awal 2026.

Pergerakan harga Bitcoin di atas 90.000 dolar AS juga menandai perubahan pola pasar yang sebelumnya tertekan, khususnya selama jam perdagangan pasar saham Amerika Serikat (AS). Data dari CoinDesk menunjukkan bahwa penguatan ini terjadi setelah likuidasi besar-besaran di pasar derivatif, yang membersihkan posisi leverage jangka pendek. Sekitar 180 juta dolar AS posisi futures terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, didominasi oleh posisi short senilai 133 juta dolar AS. Ketimpangan likuidasi ini mengindikasikan bahwa banyak trader yang berspekulasi melawan reli pasar terpaksa melakukan pembelian kembali (short covering) saat harga menanjak, sehingga mendorong kenaikan harga menjadi lebih agresif.

Meskipun demikian, prospek pasar kripto sepanjang 2026 masih cenderung beragam. Christopher Tahir, Co-founder Cryptowatch, menilai rebound ini belum mencerminkan perubahan tren yang solid dan masih sangat bergantung pada narasi yang berkembang di pasar, terutama kondisi likuiditas global. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menambahkan bahwa meskipun ada peluang pemulihan, risiko penurunan lanjutan tetap nyata karena belum terlihat dukungan permintaan yang kuat dan konsisten. Data on-chain, seperti Coinbase Premium Index, masih menunjukkan zona negatif dalam periode yang cukup panjang, mengindikasikan tekanan jual dari investor AS masih berlangsung, menahan Bitcoin di bawah 90.000 dolar AS.

Namun, beberapa indikator juga memberikan optimisme. Pemegang Bitcoin jangka panjang mulai kembali memasuki fase akumulasi, dengan pergeseran lebih dari 10.000 BTC ke status kepemilikan jangka panjang pada akhir 2025. Untuk Dogecoin, analis kripto Matt Hughes menyoroti adanya setup teknikal berisiko rendah dengan potensi imbal hasil tinggi, memprediksi harga Dogecoin bisa naik signifikan jika level support 0,11 dolar AS bertahan. Integrasi Dogecoin ke sistem pembayaran mainstream melalui X Payments dan berbagai platform ritel, ditambah dengan optimisme seputar potensi persetujuan ETF, juga menjadi pendorong minat investor.

Secara keseluruhan, awal tahun 2026 menandai fase transisi bagi pasar kripto. Dinamika makroekonomi global, terutama kebijakan The Fed, bersama dengan sentimen pasar yang bergeser dan aktivitas short covering, memberikan momentum positif. Namun, pasar tetap berada dalam pengawasan ketat terhadap kelanjutan aliran likuiditas dan konfirmasi tren permintaan yang berkelanjutan.