Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

BBRM Unggul: Margin EBITDA Melejit 61%

2026-01-08 | 03:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T20:53:37Z
Ruang Iklan

BBRM Unggul: Margin EBITDA Melejit 61%

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menunjukkan kinerja profitabilitas yang signifikan dengan mencatat lonjakan margin EBITDA hingga 61% pada periode September 2025, meningkat dari 52% pada September 2024. Capaian ini muncul di tengah dinamika industri pelayaran dan disampaikan oleh Direktur Utama BBRM, Naim Machzyumi, dalam paparan publik perusahaan. Kenaikan margin ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya operasional secara efisien dan mengoptimalkan kinerja.

Peningkatan margin EBITDA tersebut sejalan dengan pertumbuhan EBITDA perseroan yang naik 28% secara tahunan, dari 4.829 dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 6.183 dolar AS. Selain itu, laba kotor BBRM juga mengalami kenaikan sebesar 19%, dengan margin laba kotor meningkat dari 43% pada September 2024 menjadi 47% pada September 2025. Angka-angka ini mengindikasikan perbaikan struktural biaya langsung dan efektivitas pengelolaan pendapatan perusahaan.

Di luar metrik profitabilitas, BBRM turut memperkuat struktur neracanya. Total liabilitas perusahaan menurun sekitar 20% secara tahunan per September 2025 dibandingkan posisi Desember 2024, sementara ekuitas meningkat 11% menjadi 42.182 dolar AS pada periode yang sama. Penguatan fundamental ini didukung oleh rasio utang terhadap ekuitas (Debt-to-Equity Ratio) yang relatif rendah, yakni 0,06 kali. Manajemen perusahaan menyatakan bahwa penguatan fundamental ini menjadi cerminan disiplin operasional dan kepatuhan terhadap strategi bisnis yang telah ditetapkan.

Meskipun menunjukkan kinerja keuangan yang solid, manajemen BBRM saat ini memprioritaskan penggunaan dana untuk pengembangan usaha dan penambahan armada, alih-alih pembagian dividen. Strategi ini dianggap krusial untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi serta memperkuat daya tahan keuangan perusahaan dalam jangka panjang di sektor pelayaran. Kenaikan harga saham BBRM yang sempat mengalami suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dianggap sebagai bagian dari dinamika pasar yang mencerminkan perbaikan kinerja fundamental sejak tahun 2021.