Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Banjir Pekalongan-Sragi Lumpuhkan Jalur Kereta, KAI Terapkan Rute Alternatif

2026-01-17 | 12:16 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T05:16:41Z
Ruang Iklan

Banjir Pekalongan-Sragi Lumpuhkan Jalur Kereta, KAI Terapkan Rute Alternatif

Jalur kereta api vital di petak Pekalongan–Sragi, Jawa Tengah, lumpuh sejak Sabtu dini hari, 17 Januari 2026, setelah genangan air setinggi sekitar 10 sentimeter di atas kepala rel memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang menutup total kedua jalur pada kilometer 88+6/7 demi keselamatan operasional. Insiden ini mengakibatkan tujuh perjalanan kereta api tertahan, empat kereta dialihkan melalui rute memutar jalur selatan, dan empat perjalanan lainnya dibatalkan, mengganggu mobilitas ribuan penumpang dan logistik di lintas utara Jawa.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyatakan bahwa penutupan jalur dilakukan sebagai langkah pengamanan mutlak. "Untuk keselamatan, jalur kereta api terpaksa kami tutup dan untuk sementara tidak bisa dilalui kereta api. Sehingga perjalanan KA khususnya yang melewati jalur dari Pekalongan menuju Jakarta maupun sebaliknya sementara terganggu," ujarnya pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kereta api yang terdampak penundaan antara lain KA Jayabaya, KA Harina, KA Argo Anjasmoro, KA Tawangjaya Premium, KA Plambangan, KA Kertajaya, dan KA Dharmawangsa. Sementara itu, KA Argo Anjasmoro, KA Jayabaya, KA Harina, dan KA Kamandaka harus memutar melalui rute Tegal-Prupuk-Kroya-Solobalapan-Gundih-Gambringan, serta sebagian via Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solobalapan-Kroya-Cilacap. Empat perjalanan yang dibatalkan adalah KA Kaligung dan KA Merbabu untuk beberapa relasi.

KAI telah menyiagakan lokomotif khusus jenis BB 304 yang memiliki kemampuan teknis lebih andal pada lintasan tergenang untuk menarik rangkaian kereta dari arah timur menuju barat. Selain itu, layanan pemulihan perjalanan seperti overstapen (pengalihan menggunakan bus) tanpa biaya tambahan dan pengembalian bea tiket 100 persen bagi pelanggan yang membatalkan perjalanan juga disiapkan. "Kami memohon maaf kepada para pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanannya baik yang KA nya mengalami kelambatan, berjalan memutar, maupun pembatalan," tambah Luqman Arif.

Genangan air di jalur kereta api Pekalongan bukan kali pertama terjadi, menyoroti kerentanan infrastruktur transportasi di Pantura Jawa terhadap fenomena hidrometeorologi. Banjir rutin melanda wilayah Pekalongan, termasuk area permukiman dan akses vital lainnya, seringkali diakibatkan oleh curah hujan ekstrem, pasang air laut (rob), dan masalah drainase. Pemerintah Kabupaten Pekalongan, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sejak 2020 telah mengupayakan solusi seperti pompanisasi, normalisasi saluran air, pengelolaan polder, dan revitalisasi sungai untuk mitigasi banjir. Upaya ini menunjukkan kesadaran akan masalah kronis, namun insiden terbaru mengindikasikan bahwa solusi yang ada belum sepenuhnya efektif atau memerlukan penyesuaian skala besar untuk mengatasi dampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Dampak berulang banjir pada jalur kereta api tidak hanya menyebabkan kerugian operasional langsung bagi KAI dan kerugian waktu bagi penumpang, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap sistem transportasi publik serta menimbulkan implikasi ekonomi lebih luas. Sebagai jalur utama yang menghubungkan bagian barat dan timur Jawa, gangguan di Pekalongan secara langsung mempengaruhi distribusi barang dan pergerakan orang, menekan aktivitas ekonomi regional dan nasional. KAI, bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), menghadapi tantangan signifikan dalam menciptakan infrastruktur rel yang tangguh dan adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Peningkatan investasi pada sistem drainase rel, peninggian badan jalan, atau pembangunan infrastruktur pelindung air menjadi urgensi yang tidak dapat ditunda untuk memastikan keberlanjutan dan keandalan jaringan kereta api Indonesia.