Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

AO PNM: Gerbang Inklusi Keuangan untuk Ibu Prasejahtera Mandiri

2026-01-09 | 03:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-08T20:53:46Z
Ruang Iklan

AO PNM: Gerbang Inklusi Keuangan untuk Ibu Prasejahtera Mandiri

PT Permodalan Nasional Madani (PNM), melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), secara agresif memperluas jangkauan layanan keuangan kepada ibu-ibu prasejahtera di seluruh Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menyediakan akses modal, melainkan juga meningkatkan literasi finansial dan pemberdayaan ekonomi perempuan di segmen ultra mikro, yang secara historis memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan formal.

Hingga Maret 2024, jumlah nasabah aktif PNM Mekaar mencapai 15,2 juta, dengan total 20,1 juta wanita telah menjadi nasabah sejak program dimulai pada tahun 2016. Angka ini melampaui target yang ditetapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebanyak 20 juta nasabah untuk tahun 2024. PNM menargetkan dapat melayani 16 juta nasabah aktif hingga akhir 2024 dan memperluas jangkauan ke 6.250 hingga 6.300 kecamatan di 35 provinsi di Indonesia. Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyatakan bahwa perluasan layanan ini merupakan ikhtiar untuk pemerataan inklusi keuangan, terutama dalam akses permodalan.

Program Mekaar fokus pada segmen ultra mikro dengan skema pembiayaan kelompok tanpa agunan, yang memungkinkan ibu-ibu prasejahtera untuk memulai atau mengembangkan usaha. Pinjaman modal usaha berkisar antara Rp1 juta hingga Rp4 juta, dengan sistem tanggung renteng antaranggota kelompok. Pendekatan ini mengatasi tantangan umum seperti keterbatasan literasi keuangan, akses informasi, dan ketiadaan kolateral yang kerap menghambat usaha ultra mikro mendapatkan permodalan dari lembaga keuangan formal.

Dampak program ini tercermin dari survei internal PNM, Customer Survey Indeks Mekaar 2024, yang menunjukkan 90 persen nasabah merasakan kemandirian finansial. Sebanyak 74 persen nasabah mengalami peningkatan pendapatan, dan 72 persen merasakan peningkatan peran dalam pengambilan keputusan keluarga. Selain itu, 78 persen nasabah kini telah memiliki dan memahami implementasi laporan keuangan bisnis mereka, menunjukkan peningkatan literasi finansial yang signifikan. Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menekankan bahwa capaian ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat prasejahtera.

Peningkatan inklusi keuangan bagi perempuan menjadi krusial mengingat indeks inklusi keuangan perempuan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan laki-laki, meskipun literasi keuangannya lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan fasilitas dan akses keuangan. Pemerintah Indonesia menargetkan inklusi keuangan mencapai 90 persen pada tahun 2024, dan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi salah satu prioritas utama untuk mencapai target tersebut.

Keterlibatan Account Officer (AO) PNM Mekaar dalam pendampingan berkelanjutan merupakan elemen kunci program ini. AO tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga memberikan edukasi dan pelatihan, termasuk pengelolaan keuangan sederhana dan pengembangan kepercayaan diri dalam berwirausaha. Pendampingan ini menjadi fondasi agar para ibu tidak berjuang sendiri dan memiliki ruang untuk belajar. Dampak pendampingan ini juga terbukti dari riset BRI Research Institute pada 2023 yang menemukan mayoritas nasabah Mekaar mengalami peningkatan ketahanan keuangan, dari yang sebelumnya hanya bertahan satu hingga dua minggu, kini mampu bertahan hingga satu sampai dua bulan.

Program ini juga berperan dalam mendorong nasabah naik kelas ke layanan perbankan yang lebih tinggi. Pada tahun 2023, 1,2 juta nasabah Mekaar naik kelas ke program kredit KUR dari BRI dan Pegadaian, dan sekitar 700.000 nasabah telah naik kelas hingga Triwulan I 2024. Sinergi dalam Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM diharapkan menciptakan ekosistem yang komprehensif untuk membimbing pelaku usaha ultra mikro agar tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan.

Meskipun progres yang dicapai PNM Mekaar signifikan, tantangan tetap ada dalam menjangkau sekitar 57 juta pelaku usaha ultra mikro di Indonesia, di mana baru 20 persen yang memiliki akses pendanaan formal. Integrasi layanan digital, seperti aplikasi PNM Digi, juga diperkenalkan untuk transaksi finansial dan modul pelatihan daring, mempercepat inklusi keuangan melalui penyaluran tanpa tunai yang mencapai 99,8 persen pada tahun 2023. Dengan terus memperluas jangkauan dan memperkuat pendampingan, PNM Mekaar berupaya memainkan peran sentral dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga prasejahtera dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.