Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Waspada! Risiko Tak Terduga di Balik Strategi Cicil Emas dan Gadai

2025-12-01 | 13:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-01T06:31:16Z
Ruang Iklan

Waspada! Risiko Tak Terduga di Balik Strategi Cicil Emas dan Gadai

Praktik mencicil emas kemudian menggadaikannya kembali menjadi strategi yang cukup populer bagi sebagian masyarakat yang ingin mendapatkan dana tunai cepat atau berinvestasi emas dengan modal terbatas. Namun, langkah ini sejatinya menyimpan berbagai risiko finansial yang patut diwaspadai agar tidak terjerat dalam beban utang ganda.

Mencicil emas merupakan metode pembelian emas batangan atau perhiasan secara angsuran, yang memungkinkan seseorang memiliki emas tanpa harus membayar penuh di muka. Salah satu keunggulan cicil emas adalah harga yang disepakati di awal umumnya tetap, meskipun harga pasar emas bisa naik selama masa cicilan berjalan. Namun, skema ini juga memiliki sejumlah kekurangan. Pembelian emas secara cicilan biasanya disertai dengan biaya tambahan seperti biaya administrasi dan margin keuntungan, yang membuat total harga menjadi lebih tinggi dibandingkan pembelian tunai. Emas fisik yang dicicil umumnya baru akan diserahkan kepada pembeli setelah seluruh angsuran lunas. Jika terjadi gagal bayar di tengah masa cicilan, emas yang dicicil berisiko disita dan dilelang oleh lembaga penyedia, atau pembeli dapat dikenakan penalti. Kondisi ini juga mengikat nasabah pada kewajiban cicilan tetap setiap bulannya, mengurangi fleksibilitas keuangan. Selain itu, terdapat risiko fluktuasi harga emas; meskipun harga cicilan tetap, jika harga emas di pasar turun drastis, nasabah bisa membayar lebih mahal dari nilai pasar emas sebenarnya.

Sementara itu, menggadaikan emas adalah solusi cepat untuk mendapatkan dana tunai dengan menjadikan emas sebagai jaminan pinjaman. Lembaga seperti Pegadaian menawarkan layanan gadai emas dengan proses yang relatif mudah dan tidak memerlukan pemeriksaan skor kredit seperti BI Checking. Namun, gadai emas juga membebankan "sewa modal" atau bunga yang dihitung per periode tertentu, misalnya setiap 15 hari, serta biaya administrasi. Risiko utama dari gadai emas adalah kehilangan barang jaminan jika pinjaman tidak mampu dilunasi tepat waktu. Emas yang digadaikan akan dilelang oleh lembaga gadai untuk menutupi pinjaman beserta bunga dan biaya-biaya lainnya. Keterlambatan pembayaran juga akan mengakibatkan denda atau bunga tambahan, yang dapat memperbesar beban keuangan nasabah. Meskipun tidak langsung memengaruhi skor kredit di SLIK OJK, riwayat pinjaman yang buruk dapat menjadi pertimbangan bagi lembaga keuangan lain di masa depan.

Menggabungkan kedua praktik, yaitu mencicil emas lalu segera menggadaikannya, dapat memperbesar risiko dan menciptakan jerat utang yang serius. Seseorang akan menanggung dua beban finansial sekaligus: kewajiban cicilan emas dan kewajiban pelunasan pinjaman gadai beserta sewa modalnya. Nilai taksiran emas untuk digadaikan umumnya lebih rendah dari harga pasar, apalagi jika dibandingkan dengan harga beli cicilan yang sudah termasuk margin. Ini berarti dana yang didapatkan dari gadai mungkin tidak sebanding dengan uang yang telah dikeluarkan untuk cicilan emas, sehingga nasabah sudah mengalami kerugian di awal. Apabila terjadi penurunan harga emas di pasar, nilai jaminan emas bisa berkurang, sementara kewajiban cicilan tetap pada harga awal yang lebih tinggi. Jika nasabah gagal melunasi cicilan emas, emas tersebut bisa disita, dan jika gagal melunasi pinjaman gadai, emas akan dilelang, berujung pada kehilangan aset yang belum sepenuhnya dimiliki.

Penting untuk diingat bahwa setiap transaksi gadai harus dilakukan di lembaga yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjamin transparansi dan perlindungan konsumen. Pegadaian, misalnya, adalah salah satu lembaga resmi yang memiliki izin usaha bulion dari OJK dan menyediakan layanan cicil dan gadai emas. Sebagai alternatif, menabung emas (Tabungan Emas) bisa menjadi pilihan yang lebih fleksibel karena tidak ada kewajiban cicilan tetap setiap bulan dan bisa dimulai dengan modal kecil. Namun, nilai Tabungan Emas akan mengikuti fluktuasi harga pasar harian.

Sebelum memutuskan untuk mencoba strategi mencicil emas lalu menggadaikannya, sangat disarankan untuk melakukan perhitungan cermat terhadap seluruh biaya dan potensi risiko, serta memastikan kemampuan finansial untuk memenuhi semua kewajiban pembayaran agar terhindar dari kerugian yang tidak diinginkan.