:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
Pakar dan analis pasar kripto semakin bullish terhadap Bitcoin (BTC), dengan beberapa prediksi menunjukkan potensi harga mencapai USD 120.000 atau bahkan lebih tinggi pada bulan Desember ini, jika tren kenaikan saat ini berlanjut. Bitcoin baru-baru ini mencatat kenaikan signifikan, melampaui angka USD 93.000 setelah sempat jatuh ke USD 84.000 di awal bulan. Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan sekitar USD 92.257,43.
Beberapa faktor kunci mendukung optimisme ini. Salah satunya adalah aliran masuk yang berkelanjutan ke ETF Bitcoin Spot AS, yang telah mencatat lima hari berturut-turut aliran masuk bersih hingga 2 Desember. Aliran masuk ini menunjukkan peningkatan minat institusional yang signifikan terhadap Bitcoin. Selain itu, raksasa investasi seperti Vanguard kini telah membuka kembali akses ke ETF Bitcoin untuk 50 juta kliennya, yang berpotensi meningkatkan permintaan lebih lanjut. Bank of America juga baru-baru ini menyarankan investor untuk mengalokasikan 4% ke dalam aset digital.
Secara teknis, Bitcoin menunjukkan momentum bullish. Analis telah mencatat bahwa indikator seperti histogram MACD telah berubah positif, menandakan momentum kenaikan. Penutupan berkelanjutan di atas USD 93.000 dapat menargetkan USD 95.712. Prediksi berdasarkan model teknikal menunjukkan potensi kenaikan 18-22% dengan target USD 112.000-USD 116.000 pada akhir Desember 2025. Beberapa bahkan memproyeksikan target antara USD 120.000 hingga USD 125.000 pada Desember 2025, didorong oleh kombinasi kelangkaan pasokan setelah halving, tekanan jual yang berkurang, dan kepercayaan yang tumbuh di antara investor jangka panjang. Co-founder BitMEX, Arthur Hayes, bahkan mempertahankan prediksinya bahwa Bitcoin akan mencapai USD 250.000 pada akhir tahun 2025.
Tren bullish ini juga didorong oleh efek pasca-halving yang sepenuhnya terwujud, adopsi yang meningkat di pasar berkembang sebagai lindung nilai terhadap devaluasi mata uang, serta peningkatan teknologi yang meningkatkan utilitas dan keamanan Bitcoin. Likuiditas dolar yang membaik dan potensi pemotongan suku bunga Federal Reserve di akhir bulan juga dapat mendukung kenaikan harga.
Namun, ada juga pandangan yang lebih hati-hati. Meskipun ada optimisme, pasar kripto telah menunjukkan volatilitas tinggi. Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi baru di dekat USD 126.000 pada Oktober 2025, sebelum kemudian jatuh di bawah USD 100.000 karena aliran keluar ETF BTC dan konsolidasi pasar. Awal Desember ini ditandai dengan penurunan harga Bitcoin di bawah USD 85.000 karena sentimen "risk-off" dan pelemahan pasar yang lebih luas. Aliran keluar ETF dan sejarah Desember yang lemah membuat tren Bitcoin secara keseluruhan tetap berhati-hati. Beberapa analis memandang USD 80.000 sebagai level support kunci berikutnya yang harus diperhatikan.
Selain itu, sentimen pasar saat ini menunjukkan kehati-hatian, dengan indeks Fear & Greed kripto mencatat pembacaan di wilayah "Extreme Fear" di awal Desember 2025, menandakan penghindaran risiko yang meluas di antara pelaku pasar. Penjualan oleh paus (pemegang besar) dan pemegang jangka panjang juga masih terlihat, yang dapat menunda upaya pemulihan yang kuat. Risiko jangka panjang juga mencakup ancaman komputasi kuantum yang dapat merusak kriptografi Bitcoin dan kekhawatiran tentang penjualan paksa yang dapat memicu crash historis.
Meskipun demikian, stabilitas dalam aktivitas on-chain dan peran Bitcoin sebagai lindung nilai yang berkembang menunjukkan tren jangka panjang menuju pertumbuhan. Para ahli meyakini bahwa Bitcoin dapat mencapai USD 130.000–USD 140.000 pada akhir tahun 2025 jika pembelian ETF kembali meningkat dan kondisi makroekonomi menguntungkan.