Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Leyand International (LAPD) Godok Aksi Korporasi Strategis untuk 12 Bulan ke Depan

2025-12-05 | 02:30 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T19:30:32Z
Ruang Iklan

Leyand International (LAPD) Godok Aksi Korporasi Strategis untuk 12 Bulan ke Depan

PT Leyand International Tbk (LAPD) akan menjalankan sejumlah aksi korporasi strategis dalam 12 bulan ke depan untuk memperkuat struktur permodalannya. Langkah ini diambil seiring dengan rencana ekspansi pemegang saham pengendali baru, PT JSI Sinergi Mas, yang tengah merambah sektor energi dan pertambangan, termasuk pasir silika.

Direktur Utama Leyand International, Bambang Rahardja Burhan, mengungkapkan bahwa skema dan detail rencana aksi korporasi tersebut saat ini masih dalam tahap penjajakan dan kajian internal oleh manajemen. Perseroan juga akan meminta persetujuan dari para pemegang saham, terutama JSI sebagai pengendali baru. Tujuan utama dari penguatan modal ini adalah untuk mendukung strategi dan kelangsungan usaha perseroan ke depan.

Hingga 30 September 2025, ekuitas LAPD tercatat sebesar Rp 26,7 miliar. Angka ini sedikit menurun dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai Rp 28,3 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya defisiensi modal yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 21,1 miliar.

Bambang menambahkan, dalam merumuskan rencana aksi korporasi, perusahaan akan mempertimbangkan berbagai faktor eksternal, termasuk kondisi ekonomi makro, sentimen pasar modal, kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kondisi ekonomi global secara umum. Perseroan berjanji akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik dan otoritas terkait jika rencana aksi korporasi tersebut telah mencapai tahap final.

PT JSI Sinergi Mas sendiri telah resmi menjadi pengendali baru Leyand International dengan kepemilikan 51% saham, atau setara dengan 2.022.838.500 saham. Ekspansi JSI ke sektor energi dan pertambangan, khususnya pasir silika, dinilai Bambang sebagai peluang pendapatan baru yang prospektif bagi LAPD. Jika Leyand International turut masuk ke bisnis JSI, perseroan akan mematuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Selain itu, Leyand International dan JSI juga sedang mempertimbangkan opsi restrukturisasi atau divestasi PT Rusindo Eka Raya (RER), yang merupakan salah satu entitas anak Leyand International. Pada Oktober 2025, dua pemegang saham sebelumnya, Intiputera Bumititra dan Keraton Investments Ltd., telah melepas seluruh kepemilikan saham mereka di LAPD.

Perdagangan saham LAPD sempat dihentikan sementara dari 2 Juli 2020 hingga 31 Desember 2022. Namun, saat ini saham LAPD diperdagangkan kembali di Bursa Efek Indonesia.