Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Indonesia Jadi Magnet Investasi Raksasa Teknologi: Amazon, Nvidia, Crowdstrike Membidik Peluang.

2026-01-23 | 22:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T15:53:42Z
Ruang Iklan

Indonesia Jadi Magnet Investasi Raksasa Teknologi: Amazon, Nvidia, Crowdstrike Membidik Peluang.

Indonesia telah muncul sebagai pusat daya tarik bagi raksasa teknologi global seperti Amazon, Nvidia, dan Crowdstrike, yang tengah memperluas jejak investasi mereka di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan komitmen pemerintah Indonesia terhadap transformasi digital. Ketiga perusahaan ini, masing-masing dengan keahlian inti di bidang komputasi awan, kecerdasan buatan, dan keamanan siber, mengidentifikasi pasar Indonesia yang berkembang pesat sebagai peluang strategis untuk ekspansi jangka panjang.

Amazon Web Services (AWS), divisi komputasi awan Amazon, telah berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari 5 miliar dolar AS di Indonesia untuk pembangunan pusat data awan sejak peluncuran AWS Region di Jakarta pada tahun 2021. Investasi ini juga mencakup program pengembangan keterampilan digital, keberlanjutan, dan kesejahteraan komunitas lokal, termasuk pelatihan AI dan machine learning untuk guru dan siswa di Jawa Barat. Pada September 2025, startup quick commerce Indonesia, Astro, juga berhasil mengamankan pendanaan sebesar 51,9 juta dolar AS yang dipimpin oleh Amazon, menunjukkan minat Amazon tidak hanya pada infrastruktur tetapi juga ekosistem startup lokal.

Nvidia, pemimpin dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, mengumumkan rencana untuk mendirikan pusat data AI senilai 200 juta dolar AS di Surakarta, Jawa Tengah, berkolaborasi dengan PT Indosat Ooredoo Hutchison. Proyek ini, yang diharapkan memulai konstruksi pada tahun 2024, bertujuan untuk merevolusi lanskap digital Indonesia dan meningkatkan kemampuan AI negara tersebut, sekaligus menjadi bagian dari dorongan Nvidia untuk mengembangkan pusat data di Asia Tenggara. Selain itu, pada Januari 2022, Nvidia telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia untuk mengembangkan talenta AI, dengan target melatih lebih dari 20.000 mahasiswa dan dosen selama lima tahun. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan fasilitas baru ini akan memperkuat infrastruktur telekomunikasi, sumber daya manusia, dan talenta digital lokal. Namun, perlu dicatat bahwa Nvidia juga menunjukkan minat kuat pada pasar Vietnam, dengan menandatangani MoU pada Desember 2024 untuk mendirikan dua pusat AI canggih di Vietnam, termasuk pusat penelitian dan pengembangan AI global ketiga Nvidia. Ini menyoroti persaingan regional dalam menarik investasi teknologi tinggi.

Di sektor keamanan siber, Crowdstrike sedang dalam proses akuisisi perusahaan keamanan peramban Seraphic Security dan perusahaan identitas berkelanjutan SGNL. Meskipun belum ada pengumuman spesifik mengenai investasi langsung Crowdstrike untuk pembangunan fasilitas fisik di Indonesia, ekspansi global perusahaan ini, terutama dalam solusi keamanan berbasis awan dan AI, menunjukkan potensi besar untuk pasar Indonesia yang memiliki kebutuhan keamanan siber yang terus meningkat. Pada Januari 2026, CrowdStrike mengumumkan rencana untuk mendirikan penyebaran cloud in-country baru di Arab Saudi, India, dan Uni Emirat Arab untuk mendukung kedaulatan data lokal, sebuah inisiatif yang dapat menjadi model bagi pasar berkembang lainnya termasuk Indonesia, mengingat peraturan kedaulatan data yang semakin ketat.

Minat investasi ini selaras dengan upaya pemerintah Indonesia untuk memposisikan diri sebagai pemain utama dalam ekonomi digital global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Desember 2025 menyatakan berinvestasi dalam masa depan digital Indonesia merupakan investasi paling eksplosif di Asia Tenggara. Realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.434,3 triliun pada periode Januari-September 2025, menciptakan 1,95 juta lapangan kerja. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) dan menyusun Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Lingkup Publik guna mendukung iklim investasi pusat data. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria pada Agustus 2025 menegaskan peningkatan investasi di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah fondasi strategis untuk mempercepat transformasi digital nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pasar TIK di Indonesia diperkirakan mencapai USD 45,20 miliar pada 2024 dan tumbuh hingga USD 67,56 miliar pada 2029. Presiden Prabowo Subianto dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada Januari 2026 juga menegaskan Indonesia terbuka bagi penanaman modal dari sektor swasta, termasuk investasi asing, dengan prasyarat stabilitas politik dan ekonomi serta kepastian dan penegakan hukum yang adil.

Namun, tantangan tetap ada. Indonesia masih menghadapi persaingan regional, seperti yang ditunjukkan oleh investasi Nvidia di Vietnam. Selain itu, meskipun realisasi investasi langsung asing (FDI) mencapai rekor tertinggi Rp256,30 triliun pada Q4 2025, isu-isu seperti penyalahgunaan Klasifikasi Usaha (KBLI) dan invasi ke sektor UMKM oleh investor asing juga perlu diatasi untuk memastikan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong pembangunan pusat data berkelanjutan dan membuka kesempatan bagi industri untuk berkontribusi menyediakan layanan pusat data untuk pemerintah. Ini menunjukkan pengakuan akan kebutuhan infrastruktur digital yang kuat dan ramah lingkungan sebagai fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital yang didorong oleh investasi teknologi tinggi ini.