:strip_icc()/kly-media-production/medias/3103085/original/045581100_1586948201-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-5.jpg)
Harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pada hari Jumat, 5 Desember 2025, tercatat anjlok sebesar 3,27%, melanjutkan tren pelemahan yang telah berlangsung sejak awal pekan ini. Penurunan signifikan ini didorong oleh aksi jual masif dari para investor dan sentimen negatif dari divestasi saham oleh salah satu pemegang saham lamanya.
Sepanjang perdagangan hari ini, saham DEWA bergerak di zona merah. Pada awal sesi pagi, saham emiten kontraktor pertambangan ini dilaporkan telah turun 2,34% ke posisi Rp 418 per saham. Menjelang penutupan bursa sore hari, saham DEWA kembali tergelincir, mencapai level Rp 410 per saham, yang menunjukkan penurunan sebesar 4,21% atau 18 poin dari harga penutupan hari sebelumnya di Rp 428. Volatilitas perdagangan saham DEWA cukup tinggi, dengan volume transaksi mencapai 484,8 juta saham, frekuensi 16.126 kali, dan nilai perdagangan sebesar Rp 202,31 miliar pada sesi awal.
Tekanan jual terhadap saham anggota Grup Bakrie ini sangat terasa, dengan data Stockbit Sekuritas mencatat adanya penjualan bersih (net sell) senilai Rp 27,8 miliar oleh investor. Salah satu faktor pemicu utama di balik pelemahan ini adalah transaksi divestasi yang dilakukan oleh PT Andhesti Tungkas Pratama. Perusahaan tersebut diketahui telah melepas 335,76 juta saham DEWA pada harga Rp 422 per saham pada 28 November 2025, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 141,69 miliar. Direktur DEWA, Mukson Arif Rosyidi, mengonfirmasi bahwa transaksi tersebut merupakan bagian dari divestasi saham, yang mengakibatkan kepemilikan Andhesti berkurang menjadi 9,35% dari sebelumnya 10,18%.
Penurunan harga saham Darma Henwa bukan hanya terjadi hari ini. Emiten ini telah bergerak di zona merah secara konsisten sejak Rabu, 3 Desember 2025. Bahkan, pada Kamis, 4 Desember 2025, saham DEWA sempat anjlok lebih dalam hingga 6,96%.
Dari sisi analisis teknikal, sejumlah indikator menunjukkan sentimen negatif terhadap saham DEWA. Analisis teknikal Investing.com per 5 Desember 2025 menunjukkan sinyal "Sangat Jual" berdasarkan rata-rata bergerak, meskipun sinyal beli/jual harian berada pada posisi "Netral". Indeks Kekuatan Relatif (RSI) 14-hari DEWA berada di angka 28.323, mengindikasikan sinyal jual. Sementara itu, analisis dari Mirae Sekuritas juga mencatat peningkatan tekanan jual meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat. Sebelumnya, pada 3 Desember 2025, tim Analis Bareksa sempat merekomendasikan "Buy on Breakout" untuk saham DEWA dengan target harga antara Rp 484 hingga Rp 490 dan stop rugi di Rp 450. Namun, pergerakan harga hari ini menunjukkan bahwa level-level tersebut tidak dapat dipertahankan.