
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi peresmian Stasiun Jatake di Kelurahan Jatake-Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, akan berlangsung pada Januari 2026, menyusul rampungnya tahap finalisasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Stasiun baru di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung ini menjadi bagian krusial dari strategi pemerintah dan swasta dalam memperkuat infrastruktur transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta yang mengalami pertumbuhan pesat.
Pembangunan Stasiun Jatake, yang dimulai sejak Januari 2024, telah mencapai progres konstruksi fisik hingga 92,78 persen per akhir Juli 2025. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara KAI dengan pihak swasta, PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land), menggunakan skema pembiayaan kreatif tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat peletakan batu pertama pada 30 Maret 2024, menekankan pentingnya peran serta swasta dalam pembangunan infrastruktur transportasi dan berharap fasilitas feeder dapat memfasilitasi akses bagi masyarakat di luar BSD agar beralih ke angkutan massal.
Stasiun Jatake dirancang dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan, termasuk koneksi langsung dengan pusat perbelanjaan. Lokasinya yang strategis di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, antara Stasiun Cicayur dan Parung Panjang, diharapkan dapat melayani hingga 20.000 penumpang setiap harinya. Stasiun ini memiliki lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai sekitar 3.000 meter persegi, serta peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter, memungkinkan untuk memuat rangkaian hingga 12 kereta (SF 12). Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa stasiun ini dirancang sebagai ruang publik yang efisien, fungsional, dan selaras dengan gaya hidup masyarakat urban, bukan sekadar titik naik dan turun penumpang. Di dalamnya tersedia area aktivitas penumpang, zona komersial, serta ruang perkantoran KAI, sementara di luar dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda.
Kesiapan operasional Stasiun Jatake juga ditegaskan oleh Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan yang menyatakan bahwa stasiun ini sudah rampung dan tinggal menunggu peresmian dan arahan operasional dari DJKA Kementerian Perhubungan. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menambahkan, kehadiran Stasiun Jatake bertujuan mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat di kawasan yang berkembang pesat. Data KAI mencatat pertumbuhan pengguna di lintas Rangkasbitung terus menunjukkan tren positif, dari 43.317.716 pengguna pada 2022 menjadi 62.085.471 pada 2023, 69.999.362 pada 2024, dan mencapai 70.496.181 pengguna sepanjang Januari-November 2025.
Kehadiran Stasiun Jatake diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas harian warga Tangerang dan sekitarnya, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Christopher Siswanto Adisaputro, CEO Strategic Land Bank Sinar Mas Land, menyampaikan harapannya agar stasiun ini dapat mendorong kemajuan ekonomi warga sekitar dan mengurangi jejak karbon serta polusi udara dengan mendorong penggunaan transportasi umum. Stasiun ini menjadi bagian dari upaya Tangerang untuk bertransformasi menjadi pusat mobilitas modern di Jabodetabek dengan integrasi berbagai moda transportasi. Meskipun demikian, integrasi feeder dan sistem pendukung lain akan menjadi kunci efektivitas maksimal stasiun ini.