Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Misi Darat Pertamina: Jamin Ketersediaan BBM di Bener Meriah Aceh

2025-12-28 | 21:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T14:40:47Z
Ruang Iklan

Misi Darat Pertamina: Jamin Ketersediaan BBM di Bener Meriah Aceh

Puluhan ton bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar berhasil disalurkan oleh PT Pertamina Patra Niaga ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, melalui jalur darat pada Jumat malam, 27 Desember 2025, setelah wilayah tersebut sempat terisolasi akibat bencana banjir dan longsor. Tujuh unit mobil tangki yang diberangkatkan dari Storage Hub Mobil Tangki Blang Rakal pada pukul 21.00 WIB tiba secara bertahap di empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bener Meriah antara pukul 23.30 WIB hingga 00.30 WIB. Distribusi ini berhasil menembus infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya pulih, menempuh perjalanan antara empat hingga tujuh jam dengan pengawalan dua unit motor trail dari Koramil Pintu Rime Gayo.

Penyaluran ini merupakan kelanjutan dari upaya tanggap darurat Pertamina untuk menjaga ketahanan pasokan energi di tengah kondisi darurat pascabencana alam yang melanda Aceh pada awal Desember 2025. Sebelumnya, distribusi BBM ke Bener Meriah dan Aceh Tengah sempat dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Air Tractor sejak 13 Desember 2025, sebelum akses darat mulai dapat ditembus secara bertahap. Total 48 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Biosolar disalurkan ke empat SPBU yang meliputi SPBU 13.245409 di Jalan Bandara Rembele, Kelurahan Wih Pesam; SPBU 14.245105 di Jalan Raya Takengon-Bireuen KM 75; SPBU 14.245428 di Jalan Raya Bireuen-Takengon KM 10; serta SPBU 14.245464 di Desa Makmur Sentosa, Kecamatan Bandar.

Bencana banjir dan longsor di Aceh telah menyebabkan puluhan ruas jalan terputus, termasuk di Kilometer 60 Desa Blang Rakal, Bener Meriah, serta jembatan di Tenge Besi dan Timang Gajah. Kondisi ini mengakibatkan kelangkaan BBM yang ekstrem di Bener Meriah, dengan harga Pertalite sempat melonjak hingga Rp 80.000 per liter pada 10 Desember 2025. Akses jalan utama seperti ruas Bireuen–Bener Meriah dan batas Bireuen/Bener Meriah–batas Bener Meriah/Aceh Tengah masih menghadapi hambatan serius, meskipun jalur alternatif melalui Simpang KKA–Bener Meriah–Takengon sepanjang 100 kilometer mulai bisa dilalui dengan sistem buka-tutup. Jika jalur ini tertutup, armada harus memutar hingga 444 kilometer dengan waktu tempuh mencapai 12 jam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan layanan publik di wilayah terdampak. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menambahkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan untuk menjaga ketahanan pasokan energi. Penyaluran BBM kali ini menggunakan skema Storage Hub di Blang Rakal, yang memungkinkan pemindahan muatan dari mobil tangki berkapasitas 16 KL ke mobil tangki 8 KL atau 5 KL yang lebih sesuai dengan kondisi medan. Hal ini selaras dengan strategi yang juga diterapkan untuk daerah terisolasi lainnya seperti Gayo Lues, di mana Pertamina menggunakan truk ringan dengan Intermediate Bulk Container (IBC) berkapasitas satu kiloliter per unit untuk menembus jalur yang rusak.

Ketersediaan pasokan BBM yang stabil memiliki implikasi signifikan terhadap pemulihan ekonomi lokal. Warga seperti Egi Saputra dari Kecamatan Ronga-Ronga mengungkapkan, terbukanya akses jalan dan ketersediaan BBM memungkinkan hasil kebun seperti kopi dan sayur dapat diangkut, mencegah anjloknya harga di tingkat petani dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Normalisasi distribusi ini adalah langkah krusial dalam mengembalikan roda perekonomian dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di wilayah yang memiliki tantangan geografis kompleks dan rentan bencana alam. Pertamina juga melaporkan telah menyalurkan 102.480 tabung LPG 3 kg di sembilan kabupaten/kota di Aceh antara 6 hingga 23 Desember 2025, termasuk 1.680 tabung di Bener Meriah, sebagai bagian dari upaya pemulihan energi pascabencana.