Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Samator dan ITB Perkuat Aliansi Strategis untuk Inovasi Teknologi CO2 Lanjutan

2025-12-11 | 18:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-11T11:03:51Z
Ruang Iklan

Samator dan ITB Perkuat Aliansi Strategis untuk Inovasi Teknologi CO2 Lanjutan

PT Samator Indo Gas Tbk telah memperpanjang kemitraan strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendorong pengembangan teknologi rendah karbon di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan karbon dioksida (CO2) dan teknologi Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon (CCUS). Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) perpanjangan kerja sama ini dilaksanakan di Kampus ITB, Bandung, pada Selasa, 9 Desember 2025.

Perpanjangan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang telah terjalin sejak tahun 2018, saat PT Aneka Gas Industri Tbk (sekarang PT Samator Indo Gas Tbk) pertama kali menandatangani MoU dengan ITB. Kolaborasi ini berfokus pada pemanfaatan produk CO2 cair, pengelolaan bersama pabrik Liquid CO2, serta pengembangan teknologi untuk Proyek Center of Excellence (CoE) Carbon Capture and Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS).

Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmat Harsono, menyatakan kebanggaannya atas kelanjutan kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa pengelolaan CO2 bukan hanya kebutuhan industri komersial, tetapi juga bagian integral dari strategi besar perusahaan untuk mendukung inisiatif dekarbonisasi di Indonesia. Harsono menambahkan, infrastruktur pabrik Liquid CO2 milik Samator yang telah dimanfaatkan sejak perjanjian awal kini akan menjadi "laboratorium nyata" bagi para peneliti ITB untuk menghasilkan inovasi yang relevan dan aplikatif, termasuk untuk kebutuhan CCS/CCUS.

Dari pihak ITB, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., turut hadir dalam penandatanganan tersebut. Sejak tahun 2018, kolaborasi antara ITB dan Samator telah menjadi fondasi penting dalam pemanfaatan Liquid CO2 dan optimalisasi operasional pabrik CO2 perusahaan di Subang dan Cilamaya, Jawa Barat.

Kerja sama ini juga mendukung pemanfaatan CO2 untuk beragam aplikasi industri, termasuk dalam industri makanan dan minuman, pengelasan, pengemasan makanan, hingga Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi sumur tua. Pemanfaatan Liquid CO2 dalam EOR juga sejalan dengan kerangka regulasi CCUS nasional yang bertujuan untuk menyimpan karbon di bawah tanah, yang dinilai dapat mendukung dekarbonisasi dan peluang penciptaan kredit karbon.

Pusat Unggulan Iptek Carbon Capture Storage dan Carbon Capture, Utility and Storage ITB (CoE CCS/CCUS ITB) mengakui bahwa CCS dapat berkontribusi hingga 40% dari target pengurangan emisi sektor energi Indonesia. Dengan perpanjangan MoU ini, Samator dan ITB menegaskan komitmen mereka yang lebih kuat dalam mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan CO2 untuk masa depan energi rendah karbon di Indonesia.