Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kemenperin Tingkatkan Daya Saing SDM Industri Lewat Program Pelatihan dan Magang

2025-12-11 | 18:10 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-11T11:10:19Z
Ruang Iklan

Kemenperin Tingkatkan Daya Saing SDM Industri Lewat Program Pelatihan dan Magang

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui beragam program pelatihan dan pemagangan yang komprehensif. Langkah ini krusial dalam mengakselerasi transformasi digital sektor manufaktur nasional dan mencapai visi Making Indonesia 4.0. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa SDM yang kompeten, adaptif, dan inovatif merupakan faktor fundamental dalam adopsi teknologi baru dan penguatan daya saing industri nasional.

Fokus utama Kemenperin adalah menciptakan ekosistem inovasi yang kokoh, salah satunya dengan menyelenggarakan serangkaian pelatihan berbasis teknologi industri 4.0. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin pada triwulan IV-2025 telah mengadakan Pelatihan Data Scientist, Pelatihan Perekayasaan Jaringan Internet of Things (IoT), serta Pelatihan Transformasi Industri 4.0 Level Manager di Gedung Pusat Industri Digital 4.0 Kemenperin. Program ini dirancang untuk membentuk SDM industri yang mampu menjadi penggerak inovasi dan agen transformasi digital di lingkungan kerja, serta dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi.

Selain pelatihan, program magang menjadi jurus ampuh Kemenperin dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri. Program Magang Nasional, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, mendapatkan antusiasme luar biasa. Hingga batch ketiga, program ini diproyeksikan menyerap lebih dari 104 ribu peserta. Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan bahwa program magang ini memberikan pengalaman kerja bagi lulusan tahun pertama (fresh graduate) dengan uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) di masing-masing daerah, menjadikannya langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan lulusan dan memperkuat ekosistem industri.

Kemenperin juga aktif dalam agenda "Vokasi Go Global" untuk mencetak SDM industri bertaraf internasional. Program ini mendorong penguatan kurikulum yang mengacu pada standar industri internasional, penerapan sertifikasi profesi berlevel global, perluasan kemitraan strategis dengan industri mancanegara, serta fasilitasi mobilitas tenaga kerja terampil lintas negara. Pendidikan vokasi Kemenperin ditujukan agar lulusannya tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

Dalam lima tahun terakhir, lebih dari 28.000 peserta telah mengikuti pelatihan vokasi di Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta, salah satu unit kerja BPSDMI, dan sebagian besar telah terserap di industri. BDI Yogyakarta memiliki visi menjadi Center of Excellences dalam penyiapan SDM industri kompeten pada tahun 2029, dengan fokus pada sektor plastik, alas kaki, furnitur, tekstil, dan alat kesehatan. BPSDMI juga memperkuat penyiapan tenaga kerja terampil untuk pasar global melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), contohnya pelatihan 200 welder Indonesia yang kini bekerja di Slovakia dengan potensi pendapatan hingga Rp90 juta per bulan. Kolaborasi lintas kementerian dan dunia usaha menjadi bagian tak terpisahkan dalam memastikan kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi secara optimal.

Sektor industri manufaktur memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan sumbangan sebesar 17,39% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan 81% terhadap ekspor nasional pada triwulan III tahun 2025. Sektor ini juga menyerap tenaga kerja sebanyak 20,31 juta orang hingga Agustus 2025. Penguatan SDM melalui pendidikan vokasi dan program magang merupakan investasi jangka panjang Kemenperin untuk memastikan industri Indonesia memiliki fondasi yang kuat demi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.