
PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), entitas anak Subholding Gas Pertamina, berhasil melampaui target produksi setara pada tahun 2025, mencatatkan realisasi kumulatif 113 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Program (RKAP) yang ditetapkan. Pencapaian ini, yang diumumkan pada akhir Desember 2025, menyoroti efektivitas pengelolaan operasi hulu migas yang disiplin dan adaptif, terutama di Blok Pangkah dan Blok Muriah di Indonesia, serta kontribusi dari aset internasionalnya.
Kinerja impresif ini didorong oleh serangkaian inisiatif strategis dan inovasi teknologi. Kontribusi signifikan datang dari pemboran sumur pengembangan SID-5 di Lapangan Sidayu, Blok Pangkah, yang berhasil meningkatkan produksi awal sekitar 2.000 barel setara minyak per hari (BOEPD). Teknologi "casing while drilling" yang diterapkan pada pemboran SID-5 terbukti meningkatkan efisiensi biaya dan waktu pemboran, sekaligus menjaga aspek keselamatan dan keandalan operasi. Selain itu, program well intervention di Blok Pangkah sukses mendongkrak produksi minyak hingga 113 persen di atas target, sementara realisasi penjualan gas di Blok Muriah mencapai 135 persen di atas target. Secara keseluruhan, PGN SAKA merealisasikan tiga sumur pengembangan dan dua kegiatan workover, melampaui rencana awal yang telah disusun.
Direktur Utama PGN SAKA, Intan Fauzi, menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil dari disiplin operasional, lebih dari 2,47 juta jam kerja aman, serta implementasi teknologi mutakhir seperti casing while drilling. Fauzi menyatakan bahwa upaya ini sejalan dengan kebijakan kemandirian energi nasional serta komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. PT Pertamina (Persero) turut mengapresiasi keberhasilan pemboran SID-5 sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
PGN SAKA, yang didirikan oleh PT PGN Tbk pada tahun 2011 dan kini menjadi bagian dari Subholding Gas Pertamina, secara konsisten berperan dalam menjaga keandalan operasi hulu migas di Indonesia. Perusahaan ini mengelola sejumlah blok minyak dan gas, termasuk Blok Pangkah yang telah diperpanjang kontraknya hingga 2046, serta Blok Muriah, Blok Muara Bakau, dan Blok Ketapang. Keberhasilan lain sepanjang 2025 mencakup penemuan cadangan migas baru melalui sumur eksplorasi Konta-1 di Blok Muara Bakau dan keberhasilan sumur T-8 dan T-6 yang mulai berproduksi di Blok Ketapang. Bahkan, aset internasional PGN SAKA, Blok Fasken di Amerika Serikat, mencatatkan penjualan gas 39 persen di atas target.
Pencapaian produksi PGN SAKA yang melampaui target memiliki implikasi signifikan bagi ketahanan energi Indonesia. Dalam konteks kebutuhan energi yang terus meningkat dan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor, peningkatan produksi domestik menjadi krusial. Konsistensi PGN SAKA dalam mencapai dan melampaui target menunjukkan kapasitasnya untuk berkontribusi pada pemenuhan target produksi migas nasional. Lebih jauh, investasi dalam inovasi teknologi seperti casing while drilling menegaskan komitmen perusahaan terhadap efisiensi operasional dan standar keselamatan yang tinggi, yang menjadi model bagi industri hulu migas lainnya di tengah tantangan eksplorasi dan produksi yang semakin kompleks. Komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) juga menjadi sorotan, dengan PGN SAKA menerima berbagai penghargaan di bidang keberlanjutan sepanjang tahun, termasuk penghargaan Bina Industri Ramah Lingkungan (BRILIAN) kategori GOLD dan penetapan sebagai Pilot Project Low Carbon Initiative untuk program penanaman mangrove oleh SKK Migas. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam menjalankan bisnis, menyeimbangkan tujuan komersial dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.