
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dari Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dengan mengirimkan pesawat NC212i unit ketujuh. Pesawat angkut ringan multiguna ini telah tiba di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, melalui penerbangan feri yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Desember 2025.
Pengiriman pesawat NC212i dengan nomor registrasi AX-2134 ini merupakan bagian dari kontrak pengadaan sembilan unit NC212i oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk TNI AU. Pesawat ini dikirimkan dalam konfigurasi Navigation Training (NavTrain), dirancang khusus untuk mendukung program pelatihan awak udara dan meningkatkan kemampuan pendidikan TNI AU. Kedatangannya diharapkan dapat memperkuat Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh sebagai platform pelatihan navigator generasi baru, menggantikan armada NavTrain lama yang telah beroperasi sejak tahun 1985.
Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Pertahanan dan TNI AU kepada PTDI. Penerbangan feri yang sukses dari Bandung menuju Malang ini dipimpin oleh Mayor Pnb Kurniawan S. sebagai pilot in command dan Kapten Pnb Wahyu Nur Syarifudin sebagai kopilot. Sebelum keberangkatan, pesawat telah menjalani inspeksi kelaikan udara oleh Indonesian Defence Airworthiness Authority (IDAA) pada 3 Desember 2025, memastikan standar kualitas dan operasional terpenuhi.
Pesawat NC212i konfigurasi NavTrain ini dilengkapi dengan fasilitas canggih, termasuk meja navigasi lengkap, panel instrumen khusus, kursi instruktur dan trainee, sistem komunikasi terintegrasi, serta perangkat navigasi mutakhir yang memungkinkan simulasi prosedur penerbangan langsung di udara. Fitur-fitur ini menjadikan NC212i NavTrain platform yang sangat efektif untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia TNI AU, khususnya calon navigator dan kru misi, dalam menghadapi berbagai skenario operasi.
Sebagai produsen tunggal NC212i di dunia sejak tahun 2014, PTDI terus menunjukkan kapabilitasnya. Pesawat NC212i dikenal sebagai pesawat angkut ringan yang multifungsi, hemat biaya operasional, dan memiliki kemampuan lepas landas serta mendarat di landasan pendek, termasuk landasan yang belum beraspal. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin turboprop Honeywell TPE-331-12JR-701C yang dipadukan dengan baling-baling MTV-27 buatan MT Propeller Jerman. Baling-baling ini bersertifikasi EASA dan diklaim lebih senyap serta minim getaran, memberikan performa optimal.
Selain untuk pelatihan navigasi, NC212i dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi seperti angkut pasukan, patroli maritim, angkut kargo atau logistik, evakuasi medis, VVIP/VIP, dan misi khusus lainnya, bahkan untuk operasi hujan buatan dan foto udara. Dengan pengiriman unit ketujuh ini, PTDI telah menyelesaikan 77,7 persen dari total kontrak sembilan unit NC212i. Unit kedelapan direncanakan akan diserahkan pada kuartal pertama tahun 2026, sebelum penyelesaian unit terakhir.