
Pemerintah Indonesia telah merampungkan seluruh rangkaian penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel untuk tahun 2025, dengan Sukuk Tabungan seri ST015 menjadi instrumen penawaran terakhir yang ditutup pada 3 Desember 2025. Sepanjang tahun ini, Kementerian Keuangan menargetkan penjualan SBN Ritel mencapai Rp140-Rp150 triliun, merepresentasikan 23% dari total target penerbitan SBN pemerintah pada 2025 yang senilai Rp642,6 triliun.
Untuk Obligasi Negara Ritel (ORI), pemerintah telah menerbitkan dua seri pada tahun 2025. Seri pertama adalah ORI027, yang masa penawarannya berlangsung dari 27 Januari hingga 20 Februari 2025. Kemudian, seri ORI028 ditawarkan kepada investor pada periode 29 September hingga 23 Oktober 2025. Kedua seri ORI ini menjadi bagian dari delapan seri SBN Ritel yang direncanakan terbit sepanjang tahun ini. Pembayaran kupon pertama untuk ORI028 telah dijadwalkan pada 15 Desember 2025.
Sementara itu, instrumen penutup program SBN Ritel 2025 adalah Sukuk Tabungan seri ST015, yang masa penawarannya dimulai pada 10 November dan berakhir pada 3 Desember 2025. ST015 berhasil meraup penjualan sebesar Rp15 triliun, dengan ST015T2 yang menawarkan imbal hasil minimal 5,20 persen per tahun menjadi paling diminati dengan nilai Rp11 triliun, dan ST015T4 dengan imbal hasil minimal 5,45 persen per tahun menarik pesanan Rp4 triliun.
Penerbitan SBN Ritel, termasuk ORI, merupakan strategi pemerintah untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memberikan alternatif investasi yang aman dan menguntungkan bagi masyarakat Indonesia. ORI memiliki karakteristik kupon tetap (fixed rate) yang dibayarkan setiap bulan, dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik, dan pokok serta imbal hasilnya dijamin 100% oleh negara, menjadikannya instrumen dengan risiko gagal bayar yang sangat rendah. Minimal pembelian SBN Ritel adalah Rp1 juta.
Meskipun jadwal penerbitan SBN Ritel untuk 2025 telah berakhir dengan ditutupnya ST015, pemerintah terus berkomitmen untuk memperkuat pasar SBN domestik dan menyediakan instrumen investasi yang stabil di tengah ketidakpastian pasar global.