:strip_icc()/kly-media-production/medias/3020525/original/089022300_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-3.jpg)
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan pekan 8-12 Desember 2025 menunjukkan pergerakan yang dinamis, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat. Pada Jumat, 12 Desember 2025, IHSG naik 0,46% ke level 8.660,50 poin. Secara mingguan, IHSG juga membukukan kenaikan 0,32% dari posisi 8.632,7 poin pada pekan sebelumnya menjadi 8.660,499 poin. Aktivitas investor asing tercatat positif dengan membukukan net buy atau beli bersih sebesar Rp283,92 miliar pada hari terakhir perdagangan pekan ini. Total volume transaksi bursa mencapai 52,22 miliar saham dengan nilai transaksi Rp29,98 triliun.
Berikut adalah rangkuman 10 saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) dan 10 saham dengan penurunan terbesar (top losers) sepanjang pekan 8-12 Desember 2025:
10 Saham Top Gainers (Pekan 8-12 Desember 2025):
Pekan ini diwarnai oleh lonjakan signifikan beberapa saham yang mencetak cuan jumbo bagi investornya. PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) memimpin daftar dengan kenaikan fantastis 171,43%, mengerek harga sahamnya dari Rp98 menjadi Rp266. Disusul oleh PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang melejit 141,03% ke Rp1.075. PT Citatah Tbk (CTTH) juga mencatatkan penguatan signifikan sebesar 134,41% menjadi Rp218.
Posisi berikutnya ditempati oleh PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) yang menanjak 62,58% menjadi Rp1.260. PT Natura City Developments Tbk (CITY) melonjak 56,08% ke Rp462. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) terangkat 54,95% mencapai Rp1.565. Kemudian ada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menguat 54,62% ke Rp368. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 46,84% menjadi Rp605. PT Steady Safe Tbk (SAFE) meningkat 46,15% ke Rp418. Melengkapi daftar 10 besar adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang terkerek 45,35% menjadi Rp250.
10 Saham Top Losers (Pekan 8-12 Desember 2025):
Di sisi lain, beberapa saham harus menghadapi tekanan jual yang signifikan sepanjang pekan ini. PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) mengalami penurunan paling tajam, merosot 37,71% dari Rp236 menjadi Rp147 per saham. PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) menyusut 37,14% ke Rp990 dari Rp1.575. PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) melemah 32,54% ke Rp705.
Selanjutnya, PT Green Power Group Tbk (LABA) tergelincir 28,22% ke Rp145. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) tertekan 27,72% ke Rp266. PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) terkoreksi 19,84% ke Rp202. PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) melemah 19,21% ke Rp122. PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) tergelincir 18,97% ke Rp474. PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) turun 17,48% menjadi Rp170. Penurunan terbesar kesepuluh dialami oleh PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) yang merosot 16,95% ke Rp436.
Pergerakan Harian pada 12 Desember 2025:
Pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025, emiten top gainers harian dipimpin oleh CTTH yang terbang 34,57%, diikuti MITI dan RLCO yang sama-sama naik 25%. Sementara itu, emiten berkode KETR menjadi top loser harian setelah turun 14,86%, disusul WIFI dan HOPE yang masing-masing terkoreksi 14,82% dan 14,53%. Menariknya, saham KETR yang menjadi salah satu top gainers dalam sepekan, justru menjadi top loser harian pada penutupan pekan ini, menunjukkan volatilitas yang tinggi. Sebaliknya, CTTH mempertahankan posisinya sebagai top gainer baik secara harian maupun mingguan, sementara HOPE menunjukkan tren penurunan yang konsisten sebagai top loser baik secara harian maupun mingguan.