Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Nusantara Membuka Gerbang Udara Komersialnya untuk Umum

2025-12-09 | 16:13 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-09T09:13:30Z
Ruang Iklan

Nusantara Membuka Gerbang Udara Komersialnya untuk Umum

Bandar Udara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan segera melayani penerbangan komersial umum, menandai langkah signifikan dalam pengembangan infrastruktur vital bagi ibu kota baru Indonesia. Bandara yang berlokasi di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, ini diharapkan dapat beroperasi secara komersial penuh pada tahun 2026.

Saat ini, Bandar Udara Internasional Nusantara telah mengibarkan benderanya, memasuki fase operasional penuh sejak 12 Juni 2025, setelah menerima Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Meskipun demikian, statusnya masih sebagai bandar udara khusus yang melayani penerbangan charter, pesawat kenegaraan, serta pesawat TNI AU. Perubahan status dari bandar udara khusus (VVIP) menjadi bandar udara umum untuk melayani penerbangan komersial saat ini sedang dalam proses, yang memerlukan revisi Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023.

Bandara ini diberi nama resmi Nusantara Airport atau Bandara Internasional Nusantara. Pembangunannya dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 1 November 2023. Terletak sekitar 15 kilometer dari pusat IKN, atau dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit, dan 23 kilometer dari titik nol IKN, bandara ini akan menjadi simpul utama mobilitas udara bagi pusat pemerintahan baru.

Bandara Internasional Nusantara memiliki fasilitas sisi udara dan darat yang modern. Runway sepanjang 3.000 meter x 45 meter merupakan yang terpanjang di Kalimantan, mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-300ER dan Airbus A380, bahkan untuk rute jarak jauh langsung ke Timur Tengah atau Eropa. Terdapat dua taxiway, masing-masing sepanjang 146 meter dengan lebar 30 meter. Apron seluas 97.189 meter persegi dapat menampung lima pesawat berbadan lebar atau sembilan pesawat berbadan sempit.

Fasilitas sisi darat mencakup Terminal VVIP seluas 2.350 meter persegi dan Terminal VIP seluas 5.000 meter persegi, dengan total kapasitas terminal mampu menangani 420 penumpang per jam atau sekitar 1,6 juta penumpang setiap tahun. Terminal ini dilengkapi dengan lounge, ruang rapat, dan ruang istirahat presiden. Selain itu, bandara juga dilengkapi menara pengatur lalu lintas udara (ATC), fasilitas penanggulangan keadaan darurat, gedung perkantoran, dan rumah ibadah. Pekerjaan lanjutan berupa penataan lanskap dan pembangunan jalan perimeter ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.

Dalam tahap berikutnya (fase II pada tahun anggaran 2025-2027), akan dibangun fasilitas pendukung penerbangan internasional seperti kantor imigrasi, bea cukai, karantina, keamanan penerbangan, balai kalibrasi, kantor BMKG, bangunan alat-alat berat (A2B), bengkel pemeliharaan, airport operation centre (AOC), pujasera, rumah dinas, dan pos jaga.

Progres konstruksi landasan pacu Bandara IKN telah mencapai 70 persen pada November 2024 dan ditargetkan rampung pada Februari 2025. Secara keseluruhan, progres pembangunan mencapai 83,31 persen pada Oktober 2024, dengan penyelesaian fasilitas sisi darat ditargetkan pada Desember 2024. Pesawat Kepresidenan tipe RJ85 telah berhasil mendarat di Bandara IKN pada 24 September 2024, saat landasan pacu masih terbangun sepanjang 2.200 meter.

Secara internasional, Bandar Udara Nusantara telah terdaftar pada International Civil Aviation Organization (ICAO) dengan kode WALK. InJourney Airports atau Angkasa Pura Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengelola Bandara Nusantara, dengan konsep multi-airport yang terintegrasi dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan untuk memudahkan pengaturan lalu lintas penerbangan.

Kehadiran Bandara Internasional Nusantara ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas, mempercepat pergerakan kegiatan pemerintahan, ekonomi, dan pelayanan publik di IKN, serta meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Pengoperasian bandara juga akan melibatkan warga lokal untuk layanan pendukung.