
Netflix Inc. baru-baru ini merestrukturisasi sebagian signifikan dari paket pembiayaan senilai 59 miliar dolar AS yang dialokasikan untuk akuisisi bisnis studio dan streaming Warner Bros. Discovery Inc., sebuah langkah krusial di tengah persaingan ketat dan peninjauan regulasi. Perusahaan hiburan global tersebut pada Senin mengumumkan telah mengamankan fasilitas kredit bergulir senilai 5 miliar dolar AS serta dua pinjaman berjangka tunda senilai 10 miliar dolar AS masing-masing, secara efektif mengurangi eksposur pinjaman jembatan awalnya menjadi 34 miliar dolar AS. Refinancing ini bertujuan untuk memperkuat dukungan finansial dalam proses akuisisi yang diperkirakan bernilai sekitar 82,7 miliar dolar AS dan menghadapi tantangan besar.
Langkah refinancing ini dilakukan setelah Netflix pada awal Desember mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi divisi studio dan streaming Warner Bros., yang mencakup aset-aset penting seperti Warner Bros. Pictures, HBO, HBO Max, DC Studios, DC Entertainment, dan perpustakaan media perusahaan. Kesepakatan ini, yang memiliki nilai perusahaan sekitar 82,7 miliar dolar AS (dengan nilai ekuitas 72,0 miliar dolar AS), diharapkan akan selesai setelah spin-off divisi Jaringan Global WBD, Discovery Global, pada kuartal ketiga 2026. Namun, proses ini diperumit oleh tawaran pengambilalihan agresif dari Paramount Skydance Corp. untuk seluruh Warner Bros. Discovery, memicu perang penawaran yang dapat mengubah lanskap industri hiburan secara drastis.
Para analis pasar telah menyatakan kekhawatiran mengenai harga akuisisi yang "terlalu mahal" dan potensi risiko eksekusi, yang menyebabkan penurunan peringkat saham Netflix. Senator Partai Demokrat Elizabeth Warren dari Massachusetts bahkan menyebut tawaran Netflix sebagai "mimpi buruk anti-monopoli". Selain itu, mantan Presiden Donald Trump juga mengindikasikan keterlibatan pribadi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam keputusan tersebut, mempertegas tantangan regulasi dan politik yang akan dihadapi. Menurut laporan AP News, Trump mengkritik kesepakatan Netflix meskipun memiliki hubungan baik dengan co-CEO Ted Sarandos. Perdebatan mengenai dominasi pasar streaming menjadi fokus utama, dengan Paramount berargumen bahwa merger Netflix akan menghambat persaingan dengan menggabungkan pangsa pasar streaming yang besar. Netflix, di sisi lain, berpendapat bahwa mereka bersaing dengan perpustakaan video internet yang luas seperti YouTube.
Secara historis, Netflix telah menunjukkan perubahan strategi keuangan. Setelah bertahun-tahun mengandalkan utang untuk mendanai investasi kontennya, dengan utang total mencapai puncaknya 18,5 miliar dolar AS pada tahun 2020, perusahaan ini menggeser fokusnya sejak tahun 2021 untuk menjadi positif dalam arus kas bebas dan mengurangi ketergantungan pada pembiayaan eksternal untuk operasional sehari-hari. Namun, akuisisi Warner Bros. Discovery menandai kembali penggunaan instrumen utang dalam skala besar untuk pertumbuhan strategis. Refinancing pinjaman jembatan 59 miliar dolar AS dengan fasilitas utang jangka panjang yang lebih murah bertujuan untuk memitigasi risiko pembiayaan dan meningkatkan visibilitas dana bagi Netflix. Meskipun total utang Netflix pada September 2025 berada di kisaran 14,46 miliar dolar AS hingga 17,084 miliar dolar AS, paket pembiayaan untuk akuisisi ini akan secara signifikan meningkatkan tingkat utang keseluruhan. Beberapa analisis memproyeksikan bahwa neraca keuangan Netflix dapat mencapai sekitar 75 miliar dolar AS dalam utang setelah akuisisi, hampir tiga kali lipat pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama empat kuartal terakhir. Hal ini berarti Netflix kemungkinan akan mencurahkan sebagian besar arus kasnya selama bertahun-tahun untuk melunasi utang tersebut.
Keputusan untuk merestrukturisasi utang ini tidak terlepas dari optimisme sebagian analis. Meskipun saham Netflix sempat anjlok 3,4% pada 8 Desember karena kekhawatiran investor terhadap biaya dan risiko akuisisi, beberapa firma analis mempertahankan pandangan positif, dengan target harga yang meningkat, mencerminkan kepercayaan pada inisiatif strategis Netflix dan potensi pertumbuhannya. Rosenblatt, misalnya, mempertahankan peringkat "Buy" pada 28 November 2025. Integrasi aset-aset Warner Bros. diyakini dapat memberikan Netflix fondasi yang lebih kuat di industri streaming yang semakin terkonsolidasi, meskipun membutuhkan waktu untuk mencerna beban utang yang besar.