Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Nataru Berkesan: Penumpang Bandara Sorong Nikmati Fasilitas Transit Spesial

2025-12-29 | 02:04 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T19:04:53Z
Ruang Iklan

Nataru Berkesan: Penumpang Bandara Sorong Nikmati Fasilitas Transit Spesial

Puluhan ribu penumpang yang melintas melalui Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya, selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mendapatkan fasilitas singgah tambahan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas. Langkah ini diambil di tengah prediksi kenaikan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat yang signifikan, menegaskan peran vital Bandara DEO sebagai hub transportasi udara di kawasan timur Indonesia.

PT Pertamina Patra Niaga, bekerja sama dengan pengelola bandara, meluncurkan program "Serambi MyPertamina" di Bandara DEO Sorong, yang beroperasi mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Fasilitas ini dirancang untuk menyediakan tempat singgah yang nyaman dan informatif bagi para penumpang selama masa kepadatan perjalanan. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyatakan bahwa kehadiran Serambi MyPertamina adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara, khususnya di wilayah timur Indonesia yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

Kepala Bandara DEO Sorong, Asep Sukarjo, sebelumnya telah mengumumkan pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung selama 18 hari, dimulai sejak 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan komunikasi untuk menjaga keamanan serta kelancaran transportasi udara, melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti otoritas bandara, maskapai penerbangan, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Bandara DEO Sorong memproyeksikan peningkatan jumlah penumpang sekitar 12% selama Nataru 2024/2025, dengan puncak arus mudik diprediksi pada 20 Desember 2024 mencapai 5.178 orang per hari dan puncak arus balik pada 3 Januari 2025 sekitar 4.700 orang per hari. Tingkat keterisian kursi pesawat sudah mencapai 98% untuk rute-rute pendek seperti Sorong-Fakfak, Sorong-Kaimana, dan Sorong-Ambon. AirNav Indonesia Cabang Sorong juga mencatat lonjakan pergerakan pesawat yang mulai terlihat pada pertengahan hingga akhir Desember 2025, dengan puncaknya diperkirakan mencapai 50 pergerakan pesawat per hari, naik dari rata-rata harian 30-40 pergerakan.

Peningkatan ini selaras dengan tren nasional di mana PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melaporkan total penumpang di 37 bandara yang dikelolanya tembus 6 juta orang pada periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa jumlah penumpang transportasi udara di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, juga meningkat, dengan penumpang internasional naik signifikan sebesar 64,5%.

Pengembangan infrastruktur Bandara DEO Sorong bukan tanpa tantangan. Meskipun telah menjadi salah satu fasilitas kebandarudaraan unggulan di Papua Barat Daya dan mengusung slogan "Connecting to Tourism Paradise," bandara ini masih memerlukan koordinasi untuk standarisasi fasilitas sesuai kebutuhan penerbangan internasional, mengingat statusnya yang resmi beralih menjadi bandara internasional pada Agustus 2025. Tantangan pengembangan bandara di Indonesia Timur umumnya meliputi tingginya biaya investasi, minimnya investor, dan kekurangan tenaga ahli operasional.

Kehadiran fasilitas singgah tambahan di Bandara DEO Sorong menunjukkan adaptasi operasional dalam menghadapi peningkatan volume penumpang yang dipicu oleh momentum liburan dan kebijakan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga tiket melalui berbagai stimulus. Ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus memperkuat peran Sorong sebagai pintu gerbang strategis untuk pariwisata dan perdagangan di Kawasan Ekonomi Khusus Papua Barat Daya. Konsistensi dalam peningkatan layanan dan koordinasi antarpihak akan menjadi krusial untuk mempertahankan standar keselamatan dan kenyamanan di tengah dinamika mobilitas yang terus meningkat di wilayah ini.